Minyak diperdagangkan pada US$70,85 per barel

Rabu, 16/12/2009 07:20:41 WIBOleh: M. Yunan Hilmi

MELBOURNE (Bloomberg): Minyak diperdagangkan mendekati US$71 per barel di New York setelah naik untuk pertama kali dalam 10 hari menyusul laporan produksi pabrikan AS yang naik lebih besar dari estimasi selama November, sinyal kenaikan permintaan bahan bakar.

Oil mengakhiri masa penurunan terpanjang sejak 2001 kemarin setelah Federal Reserve melaporkan produksi pabrikan, tambang dan utilitas, naik 0,8% pada November, kenaikan keempat dari 5 bulan terakhir. Institut ekonomi Jerman, Ifo, menaikkan outlook 2010 bagi negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Eropa itu.

"Jelas sekali angka produksi industri itu merupakan sinyal ekonomi tengah membaik, dan ini memicu kenaikan harga minyak yang merupakan tanda-tanda perbaikan ekonomi sehingga mendorong permintaan minyak dan energi," kata Peter Beutel, presiden of trading adviser Cameron Hanover Inc di New Canaan, Connecticut.

Minyak untuk pengiriman Januari diperdagangkan pada US$70,85 per barel, naik US$0,16, pada electronic trading di New York Mercantile Exchange atau pukul 10:24 a.m. waktu Sydney.

Minyak brent untuk kontrak penyelesaian Januari naik US$0,16 berakhir pada US$72,05 per barel di ICE Futures Europe London.(yn)

Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika