Stok turun, minyak naik tertinggi dalam 1 bulan

Kamis, 24/12/2009 08:08:48 WIBOleh: Elsya Refianti
NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah naik tertinggi dalam 1 bulan setelah laporan Departemen Energi AS menunjukkan penurunan lebih besar dari perkiraan pada cadangan AS.

Pasok turun 4,84 juta barel menjadi 327,5 juta barel pekan lalu, penurunan terdalam sejak September. Cadangan minyak di[erkirakan akan turun 1,6 juta barel, ungkap survei Bloomberg News. Cadangan bensin dan bahan bakar distilasi, satu kategori yang mencakup minyak pemanas dan solar, turun karena permintaan naik.

Minyak mentah untuk pengiriman Februari naik US$2,27 atau 3,1% menjadi US$76,67 per barel di New York Mercantile Exchange, penutupan tertinggi sejak 1 Desember dan gain terbesar sejak 16 November. Harga telah menguat 72% tahun ini.

Bensin untuk pengiriman Januari naik 7,78 sen atau 4,1%, mengakhiri sesi di level US$1,9666 per galon di New York. Itu merupakan gain terbesar sejak 15 Oktober. Minyak pemanas untuk pengiriman Januari naik 6,32 sen atau 3,2% ke level penutupan US$2,0118 per galon.

Kontrak di New York diperdagangkan antara US$68,59 dan US$82 sejak 6 Oktober.

Kepercayaan di kalangan konsumen AS meningkat pada Desember untuk pertama kalinya dalam 3 bulan karena sejumlah perusahaan menurunkan tahap pemangkasan jumlah tenaga kerja dan saham menguat. Indeks final Reuters/University of Michigan untuk sentimen konsumen naik menjadi 72,5 dari 67,4 pada November. Data itu lebih rendah daripada angka sebelumnya di 73,4, yang dilaporkan pada 11 Desember.

Impor minyak mentah turun 0,8% menjadi 7,71 juta barel per hari, terendah sejak September 2008 ketika sejumlah pelabuhan ditutup akibat badai Gustav dan Ike. Impor bahan bakar minyak tergelincir 8% menjadi 2,42 juta barel per hari, terendah sejak Oktober.

Cadangan minyak mentah pekan lalu 5,3% lebih tinggi dari rerata 5 tahun pada periode itu, ungkap departemen. Pasok bensin dan bahan bakar distilasi juga di atas rata-rata.

Sejumlah kilang beroperasi pada level 80% kapasitas pada pekan lalu, berubah tipis dari pekan sebelumnya. Para analis yang disurvei Bloomberg News memperkirakan kenaikan 0,4% poin.

Cadangan bensin turun 883.000 barel menjadi 216,3 juta barel, penurunan pertama dalam 5 pekan. Kenaikan 1 juta barel sebelumnya diperkirakan, ungkap respons menengah dari 16 analis dalam survei Bloomberg News.

Pasok distilasi anjlok 3,03 juta barel menjadi 161,3 juta barel, penurunan terparah sejak April. Para analis memperkirakan penurunan 2 juta barel.

Permintaan bensin berada di rerata 9,05 juta barel per hari dalam pekan yang berakhir 18 Desember, naik 0,9% dari pekan sebelumnya dan 2% lebih tinggi dibandingkan setahun sebelumnya, kata laporan itu. Konsumsi bahan bakar distilasi berada di rerata 3,99 juta barel pekan lalu, naik 5,2% dari pekan sebelumnya dan merupakan yang tertinggi sejak April.

Minyak mentah brent untuk pengiriman Februari menguat US$1,99 atau 2,7%, mengakhiri sesi di level US$75,45 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Level tersebut merupakan penutupan tertinggi sejak 7 Desember.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika