TOKYO (Bloomberg): Harga karet turun untuk hari kelima ke posisi terendah dalam sebulan karena koreksi harga minyak memangkas biaya pembuatan produk sintetis dan munculnya kecemasan China akan menaikkan suku bunga untuk memperlambat ekspansi ekonomi.
Harga kontrak karet di Tokyo turun 2,6% menjadi 282,1 yen/kg (US$3.112/metric ton), ini merupakan harga terendah sejak 15 Februari. Harga ini memperpanjang penurunan 0,2% yang terjadi pekan lalu.
Harga minyak mentah turun pada hari kedua menyusul munculnya spekulasi persediaan minyak tetap tinggi dan kebanyakan negara masih berjuang untuk keluar dari resesi global. Saham China turun untuk hari kedua karena munculnya kecemasan pemerintah akan menaikkan suku bunga untuk mengurangi pertumbuhan ekonomi dan menahan laju inflasi.
"Karet turun karena minyak," ujar Takaki Shigemoto, seorang analis di sebuah perusahaan penelitian dan analis JSC Corp di Tokyo. "Sentimen pasar juga diperburuk oleh kecemasan bahwa China akan mengetatkan kebijakan ekonomi."
Harga karet untuk pengiriman Agustus pada bursa komoditas Tokyo Commodity Exchange turun 7,5 yen menjadi 282,1 yen sebelum diperdagangkan pada 283,5 yen pada pukul 12:50 waktu setempat.
Sementara harga karet untuk pengiriman September pada bursa komoditas Shanghai Futures Exchange turun 3,7% menjadi 23.000 yuan/ton (US$3.369), ini merupakan level tertinggi sejak 10 Februari sebelum diperdagangkan pada level 23.065 yuan pada pukul 11:30 waktu setempat.
Data pemerintah menunjukkan bahwa inflasi China naik pada posisi tinggi selama 16 bulan di bulan Februari. Ekonomi China bertumbuh 20,7% dalam dua bulan pertama tahun ini, kenyataan ini membuat pemerintah mengurangi program stimulus keuangan. (htr)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »