Harga tandan sawit turun

Senin, 19/07/2010 12:28:09 WIB
Oleh: Master Sihotang
MEDAN (Bisnis.com): Harga tandan buah segar (TBS) sawit di sentra produksi Kabupaten Asahan, Sumut menurun dari Rp1.300 menjadi Rp950 per kilogram menyusul anjloknya harga minyak sawit mentah di pasar global akibat harga minyak bumi yang gonjang-ganjing.

Seorang petani sawit di Kabupaten Asahan Achmad Qudori membenarkan seminggu lalu harga TBS di tingkat petani mulai menurun setelah harga minyak sawit mentah di pasar internasional turun di bawah US$800 per ton sebagai akibat dari melemahnya harga minyak dunia menjadi US$77 per barel.

“Harga TBS di sentra produksi sawit seperti Asahan sudah mulai menurun. Hal ini akan berlanjut terus karena musim panen raya akan masuk Agustus 2010,” ujarnya menjawab Bisnis per telepon hari ini.

Menurut dia, sejak Januari sampai saat ini harga rata-rata TBS di Asahan dan Labuhanbatu tetap di atas Rp1.100 per kilogram karena memang buah sawit mengalami penurunan sekitar 30% akibat musin treck [musim paceklik buah].

Setiap tahun, lanjut dia, kondisinya memang seperti itu, tetapi tahun ini diperparah musim kemarau berkepanjangan, sehingga produksi buah sawit menurun lagi.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut Rinto Gunari membenarkan produksi sawit di sentra-sentra produksi di Sumut memang menurun. “Produksi TBS diperkirakan mulai meningkat mulai Agustus,” tuturnya.

Dia menambahkan penurunan produksi sawit di sentra produksi sawit di Sumut diperparah musim yang tidak menentu, sehingga petani tidak memupuk kebunnya tahun lalu, karena harga pupuk tinggi.

Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Laksamana Adiyaksa mengatakan, produksi TBS yang lagi memasuki musim treck bukan hanya terjadi di Indonesia, namun di negara produsen sawit lainnya seperti Malaysia mengalami hal sama.

Pasokan TBS yang ketat membuat harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar internasional sempat bertahan pada angka US$800 per ton. Turunnya harga BBM, paparnya, berpengaruh signifikan terhadap harga minyak sawit mentah yang kini di bawah US$800 per ton.

"Meski nanti produksi sawit meningkat mulai Agustus, diperkirakan harga CPO di pasar internasional bisa bertahan di bawah US$800 kalau harga BBM terus menurun,” tuturnya. (mrp)

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika