Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Jumat, 25/04/2008 08:28 WIB

Minyak tertekan penguatan dolar AS

oleh : Elsya Refianti

SINGAPURA (Bloomberg): Minyak mentah turun memasuki hari ketiga karena penguatan dolar AS terhadap euro menghambat aksi beli komoditas para investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Minyak mentah untuk pengiriman Juni melemah 62 sen atau 0,5% menjadi US$115,44 per barel di perdagangan elektronik after-hours New York Mercantile Exchange. Harga minyak berada di level US$115,60 pada pkl. 9:02 waktu Singapura.

Harga minyak mentah mencapai rekor di posisi US$119,90 per barel pada 22 April alu setelah dolar menyentuh possi terendah terhadap euro.

Dolar AS do[erdagangkan di level US$1,5680 per euro pada pkl. 8:34 di Tokyo dari US$1,5682 di New York kemarin, di mana mata uang AS itu menguat 1,3%.

Harga minyak mentah brent untuk pengiriman Juni kemarin turun US$2,12 atau 1,8% ditutup di level US$114,34 per barel di London's ICE Futures Europe. Harga kontrak brent menyentuh rekor tertinggi di US$116,87 kemarin.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Minyak mentah dekati US$126 per barel
  • Harga minyak mentah di atas US$125 per barel
  • Minyak dekati rekor US$124,61 per barel
  • Minyak dekati rekor US$123,93
  • Minyak turun tipis dekati level US$120
  • Minyak mentah turun 20 sen jadi US$116,12
  • Minyak turun, US$ picu investor jual komoditas
  • Minyak menguat karena gangguan pasok Nigeria
  • Harga kontrak beras terus turun

Komentar

Beri Komentar