Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Senin, 28/04/2008 09:00 WIB
Minyak mentah dekati US$120 per barel
oleh : Elsya Refianti
WELLINGTON (Bloomberg): Minyak mentah menguat capai rekor setelah BP Plc menutup jalur pipa Laut Utara dan pria bersenjata menyerang stasiun polisi di Bonny Island, salah satu lokasi terminal ekspor gas dan minyak terbesar Nigeria.
BP menutup Forties Pipeline System yang mengalirkan 40% produksi minyak Inggris, setelah serangan di kilang Grangemouth memutus pasok listrik ke jaringan itu yang mengantarkan minyak sebesar 700.000 barel per hari (bph).
Minyak mentah untuk pengiriman Juni menguat sebesar US$1,41 atau 1,2% menjadi US$119,93 per barel di perdagangan elektronik after-hours New York Mercantile Exchange, tertinggi sejak perdagangan berjangka dimulai pada 1983. Komoditas itu berada di level US$119,41 pada pkl. 8:56 di Singapura.
Kontrak minyak mentah menguat 2,1% menjadi US$118,52 per barel pada 25 April ketika serangan terhadap kilang dan penutupan jalur pipa diumumkan.
Harga minyak mentah brent untuk pengiriman Juni naik US$1 atau 0,9% menjadi US$117,34 per barel di bursa London's ICE Futures Europe dan berada di US$117,30 per barel pada pkl. 8:55 di Singapura. Harga brent mencapai rekor pada 25 April di posisi US$117,56.
Kontrak minyak New York 79% lebih tinggi dibandingkan setahun lalu, di mana hampir seperempat dari kenaikan itu terjadi bulan ini karena melemahnya dolar AS dan penurunan stok bensin negara itu mendorong para fund manager berinvestasi di bahan bakar dan minyak mentah.
Nigeria memompa minyak 1,96 juta bph pada Maret, demikian menurut estimasi Bloomberg. Serangan belakangan ini di pipa minyak yang dikelola Shell,termasuk serangan terakhir, telah memangkas aliran minyak sebesar 140.000 barel per hari, kata Menteri Perminyakan negara itu, H. Odein Ajumogobia, pada 25 April lalu. Serangan terhadap Exxon Mobil mengakibatkan gangguan pasok sebesar 765.000 barel per hari.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Minyak menguat tipis US$124,35 per barel
- Minyak turun tipis ke US$124,05 per barel
- Minyak naik tipis jadi US$125,94/barel
- Harga seng untuk Juli naik 1,9%
- Minyak tertekan indikasi permintaan akan turun