Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Selasa, 29/04/2008 09:01 WIB

Minyak turun tipis setelah capai rekor

oleh : Elsya Refianti

NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah bergerak tipis di New York setelah mencapai rekor kemarin akibat penutupan pipa Laut Utara pasaserangan yang menurunkan produksi dari Nigeria.

BP Plc menutup Forties Pipeline System yang mengalirkan 40% produksi minyak Inggris, setelah satu serangan di kilang Grangemouth di Skotlandia memangkas pasok.

Minyak mentah untuk pengiriman Juni turun 8 sen menjadi US$118,67 per barel pada pkl. 9:36 waktu Sydney di perdagangan elektronik after-hours New York Mercantile Exchange.

Kontrak minyak menyentuh rekor di level US$119,93 per barel kemarin. Minyak mentah telah menguat 79% tahun lalu karena pasok gagal memenuhi kenaikan permintaan di China, India dan Timur Tengah.

Chakib Khelil, Presiden OPEC, mengatakan 26 April lalu bahwa organisasi itu tidak mempertimbangkan kenaikan produksi menjelang pertemuannya September mendatang.

Minyak mentah brent untuk pengiriman Juni naik 40 sen atau 0,3% dan ditutup di US$116,74 per di bursa London's ICE Futures Europe kemarin, rekor harga penutupan tertinggi. Konrak brent menyentuh rekor harga tertinggi intraday di US$117,56 pada 25 April.

Ada risiko yang sangat besar bahwa kenaikan harga minyak akan berlanjut hingga permintaan anjlok karena keterbatasan pasok tambahan dan bahan bakar alternatif masih belum bisa menggantikan minyak mentah, kata kepala ekonom energi Deutsche Bank AG, Adam Sieminski, dalam laporannya 25 April lalu.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Minyak mentah dekati US$126 per barel
  • Harga minyak mentah di atas US$125 per barel
  • Minyak dekati rekor US$124,61 per barel
  • Minyak dekati rekor US$123,93
  • Minyak turun tipis dekati level US$120
  • Minyak mentah turun 20 sen jadi US$116,12
  • Minyak turun, US$ picu investor jual komoditas
  • Minyak menguat karena gangguan pasok Nigeria
  • Harga kontrak beras terus turun

Komentar

Beri Komentar