Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Rabu, 30/04/2008 08:38 WIB

Minyak naik tipis 1 sen

oleh : Elsya Refianti

NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah naik tipis setelah turun tertajam dalam empat pekan kemarin karena BP Plc membuka kembali jalur pipa minyak Laut Utara dan dolar AS menguat, sehingga menurunkan performa komoditas bagi investor.

Minyak mentah untuk pengiriman Juni naik 1 sen menjadi US$115,64 per barel pada pkl. 8:55 waktu Sydney di perdagangan elektronik after-hours New York Mercantile Exchange.

Kontrak minyak mentah kemarain di New York anjlok US$3,12 ditutup di level US$115,63 per barel. Posisi harga itu merupakan penurunan terbesar dalam satu hari sejak 31 Maret. Kontrak minyak menyentuh rekor di posisi US$119,93 per barel pada 28 April. Harga minyak telah menguat 76% dibandingkan setahun lalu.

Minyak mentah brent ditutup melemah US$3,31 atau 2,8% di posisi US$113,43 per barel di bursa London's ICE Futures Europe kemarin. Level harga itu merupakan penurunan terbesar sejak 31 Maret dan penutupan terendah sejak 17 April. Kontrak komoditas itu menyentuh rekor di level US$117,56 pada 25 April.

Satu laporan dari Departemen Energi AS hari ini kemungkinan akan menunjukkan pasok minyak mentah negara itu naik 950.000 barel dalam pekan yang berakhir 25 April dari 316,1 juta barel, ungkap 12 analis yang disurrvei Bloomberg News.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Minyak mentah dekati US$126 per barel
  • Harga minyak mentah di atas US$125 per barel
  • Minyak dekati rekor US$124,61 per barel
  • Minyak dekati rekor US$123,93
  • Minyak turun tipis dekati level US$120
  • Minyak mentah turun 20 sen jadi US$116,12
  • Minyak turun, US$ picu investor jual komoditas
  • Minyak menguat karena gangguan pasok Nigeria
  • Harga kontrak beras terus turun

Komentar

Beri Komentar