Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Kamis, 01/05/2008 08:07 WIB
Minyak menguat karena gangguan pasok Nigeria
oleh : Elsya Refianti
LOS ANGELES (Bloomberg): Minyak mentah menguat pertama kali dalam tiga hari di New York karena kekhawatiran para pekerja minyak Nigeria akan meneruskan aksi mogoknya dan kegagalan listrik Venezuela memangkas sebagian produksi.
Minyak mentah untuk pengiriman Juni naik US$1,27 atau 1,15 menjadi US$114,73 per barel dan diperdagangkan di level US$114,65 per barel pada pkl. 10:03 waktu Sydney di perdagangan elektronik after-hours New York Mercantile Exchange.
Harga kemarin anjlok menjadi US$113,46 per barel, posisi penutupan terendah sejak 14 April. Harga kontrak menyentuh rekor di level US$119,93 per barel pada 28 April.
Di Nigeria, para perwakilan dari serikat buruh dan Exxon menggelar pertemuan sebagai upaya mengakhiri aksi mogok tujuh hari yang telah memangkas produksi minyak sebesar 860.000 barel per hari, demikian menurut Olusola George-Olumoroti, branch chairman di the Petroleum & Natural Gas Senior Staff Association of Nigeria.
Aksi mogok itu bersama-sama dengan serangan militan di empat jalur pipa minyak yang dioperasikan Royal Dutch Shell Plc telah memangkas produksi minyak Nigeria sekitar 50%.
Kenaikan pasok minyak mentah AS pada pekan lalu tercatat sebesar 3,85 juta barel menjadi 319,9 juta barel, ungkap Departemen Energi AS kemarin. Kenaikan sebesar 900.000 barel diperkirakan oleh 13 analis yang di survei Bloomberg News.
Laporan itu mengungkapkan stok minyak mentah naik di 13 dari 16 pekan terakhir, sedangkan pasok turun 0,6% dibandingkan rata-rata lima tahun pada periode itu. Satu pekan sebelumnya, pasok tercatat 1,1% di bawah rata-rata tersebut.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Minyak menguat tipis US$124,35 per barel
- Minyak turun tipis ke US$124,05 per barel
- Minyak naik tipis jadi US$125,94/barel
- Harga seng untuk Juli naik 1,9%
- Minyak tertekan indikasi permintaan akan turun