Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Jumat, 02/05/2008 12:35 WIB

Minyak turun, US$ picu investor jual komoditas

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA: Harga minyak mentah turun di hari keempat setelah dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang dunia, sehingga membatasi daya tarik komoditas sebagai pelindung terhadap inflasi.

Harga minyak diperkirakan akan mencatat penurunan hingga 5,5%, pekan ini, yang merupakan kemerosotan mingguan terbesar kedua tahun ini. Energi dan logam terpuruk setelah Federal Reserve mengisyaratkan, pekan ini, bahwa pihaknya mungkin akan menghentikan pemangkasan sukubunga lebih lanjut, menyusul reduksi sebesar seperempat poin.

Produksi sekitar 860.000 barel per hari di Nigeria, yang merupakan produsen terbesar di Afrika, mulai dilanjutkan menyusul berakhirnya aksi mogok di tempat tersebut.

“Permintaan untuk berinvestasi di komoditas sebagai pelindung nilai terhadap pelemahan dolar AS mengalami penurunan,” kata David Moore, seorang analis strategi komoditas di Commonwealth Bank of Australia Ltd., Sydney.

“Sejumlah gangguan pasokan yang tak terduga tengah dipecahkan sehingga hal tersebut mengurangi sebagian ketegangan dari pasar.”

Minyak mentah untuk pengiriman Juni merosot hingga 67 sen, atau 0,6%, menjadi $11,85 per barel dalam perdagangan elektronik after-hours di New York Mercantile Exchange. Komoditas tersebut tercatat di level $111,92 per barel pukul 9:11 waktu Singapura.

Kontrak berjangka, yang mencatat kenaikan 76% dari tahun sebelumnya, menyentuh rekor tertinggi $119,93 per barel pada 28 April silam.

Dolar diperdagangkan di level $1,5476 per euro pada pukul 8:47 di Tokyo dari $1,547, kemarin, ketika mata uang tersebut sempat menyentuh level $1,5431, atau tertinggi sejak 25 Maret. Dolar berada di jalur untuk mencatatkan penguatan pertama selama seminggu berturut-turut tahun ini terhadap euro, terpengaruh spekulasi bahwa Federal Reserve bakal menghentikan pemangkasan sukubunga pinjaman.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun hingga 56 sen, atau 0,5%, menjadi $109,94 per barel di bursa ICE Future Europe, London. Kontrak tersebut anjlok 86 sen, atau 0,8%, menjadi $110,50 per barel, kemarin,  yang merupakan level penutupan terendah sejak 14 April, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi $117,56 pada 25 April.

Kemerosotan dolar dan kenaikan permintaan dunia untuk bahan mentah telah memicu terangkatnya berbagai komoditas ke rekor tertinggi tahun ini, termasuk emas, jagung, kacang kedelai, dan beras. Indeks UBS Bloomberg Constant Maturity Commodity, yang mencatat 26 bahan mentah, turun 2% menjadi 1450,805, kemarin. Indeks tersebut mencatat kenaikan 29% dari tahun lalu. (t01)

 

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Minyak mentah dekati US$126 per barel
  • Harga minyak mentah di atas US$125 per barel
  • Minyak dekati rekor US$124,61 per barel
  • Minyak dekati rekor US$123,93
  • Minyak turun tipis dekati level US$120
  • Minyak mentah turun 20 sen jadi US$116,12
  • Minyak turun, US$ picu investor jual komoditas
  • Minyak menguat karena gangguan pasok Nigeria
  • Harga kontrak beras terus turun

Komentar

#1 - apakah harga minyak tanah akan naik

tidak ada komentar

anton - indonesia @ 02/05/2008 - 13:34 WIB dari 209.85.170.136 (cg-out-f136.google.com)

Beri Komentar