Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Selasa, 06/05/2008 09:09 WIB

Minyak turun tipis dekati level US$120

oleh : Elsya Refianti

NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah turun tipis mendekati US$120 per barel di New York karena laporan menunjukkan industri jasa AS menguat pada April, mengindikasikan kenaikan penggunaan energi.

Indeks Institute for Supply Management's untuk bisnis nonpabrikan yang mengontribusi hampir 90% dari ekonomi tumbuh pertama kali sejak Desember, kata Tempe, kelompok yang berbasis di Arizona itu kemarin. Laporan itu keluar setelah terjadinya serangan di stasiun pompa minyak Nigeria.

Minyak mentah untuk pengiriman Juni melemah 30 sen menjadi US$119,67 per barel pada pkl. 9:06 di Sydney dalam perdagangan after-hours di New York Mercantile Exchange.

Harga kontrak minyak mentah kemarin menyentuh level tertinggi intraday di US$120,36 per barel dan melonjak US$3,65 atau 3,1% menjadi US$119,97 pada penutupan, tertinggi sejak 1983.

Permintaan AS untuk produk perminyakan seperti bensin dan solar turun 2,7% pada tahun lalu, ungkap data Departemen Energi, karena melambatnya pertumbuhan ekonomi dan kenaikan harga energi menekan konsumsi. Penurunan itu telah diimbangi oleh kenaikan penggunaan di negara berkembang.

Serangan akhir pekan di Nigeria, produsen minyak terbesar di Afrika, memaksa Royal Dutch Shell Plc untuk mengurangi produksi, tulis Associated Press pada 3 Mei lalu mengutip perusahaan itu.

The Nigerian Movement for the Emancipation of the Niger Delta atau MEND mengaku bertanggungjawab atas serangan itu.

Harga minyak mentah brent untuk pengiriman Juni naik US$3,43 atau 3% yang ditutup di level US$117,99 per barel di London's ICE Futures Europe kemarin. Harga menyentuh posisi tertinggi satu hari di level US$118,58 per barrel.

Harga minyak mentah diperkirakan akan turun pada pekan ini, kata 14 atau 61% dari 23 analis yang disurvei Bloomberg News 1 Mei lalu.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Minyak mentah dekati US$126 per barel
  • Harga minyak mentah di atas US$125 per barel
  • Minyak dekati rekor US$124,61 per barel
  • Minyak dekati rekor US$123,93
  • Minyak turun tipis dekati level US$120
  • Minyak mentah turun 20 sen jadi US$116,12
  • Minyak turun, US$ picu investor jual komoditas
  • Minyak menguat karena gangguan pasok Nigeria
  • Harga kontrak beras terus turun

Komentar

#1 - emas akan bergerak naik terus

harga emas akan naik terus secara fundamental,emas akan terus menguat terhadap uang kertas.IMF hanya berani melepas 12% emasnya,karena ,jika dilepas semua emasnya,dia akan jadi loyo. ini dagelan IMF yang kesekian kalinya. ayo invest emas di http://duniaemas.blogspot.com udi pegadaian - indonesia @ 08/05/2008 - 08:09 WIB

udi pegadaian - indonesia @ 08/05/2008 - 08:14 WIB dari 125.161.37.146 (146.subnet125-161-37.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar