Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Kamis, 08/05/2008 09:16 WIB

Minyak dekati rekor US$123,93

oleh : Elsya Refianti

NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah turun tipis mendekati rekor US$123,93 per barel di New York setelah satu laporan pemerintah menunjukkan produktifitas pekerja AS terakselerasi dan adanya kenaikan permintaan energi.

Harga minyak telah naik hampir dua kali lipat pada tahun lalu dan bakal meningkat lagi jika ekonomi berkembang di AS, pengguna energi terbesar di dunia.

Minyak mentah untuk pengiriman Juni naik 24 sen menjadi US$123,77 per barel pada pkl. 9:05 di Sydney di perdagangan after-hours New York Mercantile Exchange. Harga kontrak kemarin naik US$1,69 atau 1,4% menjadi US$123,53 per barel, posisi penutupan tertinggi sejak perdagangan dimulai pada 1983. Minyak menyentuh rekor harga tertinggi intraday pada pkl. 5:13 waktu New York kemarin di perdagangan after-hours Nymex.

Minyak mentah melemah menjadi US$120,54 per barel kemarin setelah satu laporan Departemen Energi AS menunjukkan pasok naik melampaui perkiraan pada pekan lalu. Dolar AS menguat menjadi US$1,5388 terhadap euro pada pkl. 6:02 di Tokyo dari US$1,5532 pada 6 Mei lalu.

Pasok minyak melonjak 5,65 juta barel atau 1,8% menjadi 325,6 juta barel pada pekan lalu di tengah kenaikan impor, ungkap laporan Departemen Energi AS kemarin. Sebelumnya para analis dalam survei Bloomberg News memperkirakan kenaikan pasok 1,63 juta barel. Stok bensin juga meningkat.

Minyak mentah brent untuk pengiriman Juni melonjak US$2,01 atau 1,7% menjadi US$122,32 per barel di London's ICE Futures Europe kemarin. Harga kontrak brent menyentuh US$122,70 per barel.

Minyak mentah diperkirakan akan menyentuh harga US$125 per barel pada pekan ini karena kekhawatiran terhadap defisit pasok menjelang puncak musim panas di AS, kata Shokri Ghanem, Kepala National Oil Corp di Libya.

Bensin untuk pengiriman Juni naik 1,27 sen atau 0,4% menjadi US$3,1182 per galon kemarin. Sebelumnya, harga bensin mencapai rekor di posisi US$3,1323 per galon. Heating oil melonjak 9,38 sen atau 2,8% menjadi US$3,4473 per galon.

Harga bensin naik 0,58 sen di level US$3,1240 per galon pada pkl. 8:30 waktu Sydney. Heating oil naik 0,42 sen di posisi US$3,4515.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Minyak mentah dekati US$126 per barel
  • Harga minyak mentah di atas US$125 per barel
  • Minyak dekati rekor US$124,61 per barel
  • Minyak dekati rekor US$123,93
  • Minyak turun tipis dekati level US$120
  • Minyak mentah turun 20 sen jadi US$116,12
  • Minyak turun, US$ picu investor jual komoditas
  • Minyak menguat karena gangguan pasok Nigeria
  • Harga kontrak beras terus turun

Komentar

Beri Komentar