Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Jumat, 09/05/2008 09:06 WIB

Minyak dekati rekor US$124,61 per barel

oleh : Elsya Refianti

NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah diperdagangkan di atas US$124 per barel di New York setelah menyentuh rekor kemarin di tengah perkiraan kenaikan permintaan untuk bahan bakar distilasi, yang mencakup heating oil dan solar.

Satu laporan pemerintah yang dirilis pada 7 Mei lalu menunjukkan bahwa stok bahan bakar distillate AS dan kapasitas beroperasi kilang minyak turun pada pekan lalu. Barclays Capital kemarin menaikkan prediksinya bagi harga minyak mentah AS, dengan mengacu kepada kenaikan permintaan dari China dan Timur Tengah.

Minyak mentah untuk pengiriman Juni melonjak 51 sen atau 0,4% menjadi US$124,20 per barel pada pkl. 9:06 di Sydney di perdagangan after-hours New York Mercantile Exchange. Harga kontraknya menyentuh rekor di US$124,61 per barel kemarin atau dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan setahun lalu. Sebelumnya, minyak menguat 16 sen menjadi US$123,69 per barel, penutupan tertinggi sejak perdagangan dimulai pada 1983.

Stok minyak distilasi turun 107.000 barel menjadi 105,7 juta, ungkap laporan Departemen Energi. Penurunan sebesar 1,1 juta barel sebelumnya diperkirakan oleh 13 analis dalam survei Bloomberg News.

Minyak heating untuk pengiriman Juni melonjak 6,25 sen atau 1,8% menjadi US$3,5098 per galon di New York kemarin, penutupan tertinggi sejak perdagangan dimulai pada 1978. Harga kontrak mencapai US$3,5310, rekor harga intraday tertinggi.

Kontrak bensin untuk pengiriman Juni naik 1,96 sen atau 0,6% ke rekor harga US$3,1378 per galon di New York kemarin setelah mencapai harga intraday teringgi di US$3,1545 per galon.

Minyak mentah brent untuk pengiriman Juni naik 52 sen atau 0,4% menjadi US$122,84 per barel di London's ICE Futures Europe kemarin, posisi penutupan teringgi sejak perdagangan dimulai pada 1988. Harga kontrak brent menyentuh US$123,92, rekor tertinggi intraday.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Minyak mentah dekati US$126 per barel
  • Harga minyak mentah di atas US$125 per barel
  • Minyak dekati rekor US$124,61 per barel
  • Minyak dekati rekor US$123,93
  • Minyak turun tipis dekati level US$120
  • Minyak mentah turun 20 sen jadi US$116,12
  • Minyak turun, US$ picu investor jual komoditas
  • Minyak menguat karena gangguan pasok Nigeria
  • Harga kontrak beras terus turun

Komentar

Beri Komentar