Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Kamis, 15/05/2008 08:23 WIB
Minyak turun tipis ke US$124,05 per barel
oleh : Elsya Refianti
NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah bergerak tipis di New York setelah anjlok lebih dari US$1 per barel kemarin karena laporan Departemen Energi menunjukkan pasok bahan bakar distilasi AS, termasuk solar, naik melebihi perkiraan.
Cadangan bahan bakar distilasi naik 1,34 juta barel pada pekan lalu, kata laporan itu. Pasok diperkirakan akan melonjak 1 juta barel, demikian rerata perkiraan para analis dalam survei a Bloomberg News. Konsumsi bahan bakar AS anjlok pekan lalu, ungkap departemen itu.
Minyak mentah untuk pengiriman Juni turun 17 sen menjadi US$124,05 per barel pada pkl. 8:48 di Sydney di perdagangan elektronik after-hours New York Mercantile Exchange. Harga minyak kemarin anjlok US$1,58 atau 1,3% ditutup di level US$124,22 per barel.
Level harga kemarin itu merupakan yang pertama kalinya dalam delapan hari di mana minyak mentah tidak mencapai rekor. Harga kontrak minya melonjak ke posisi tertinggi US$126,98 pada 13 Mei. Harga minyak saat ini lebih tinggi 96% dibandingkan setahun lalu.
Harga heating oil untuk pengiriman Juni turun 0,43 sen menjadi US$3,6135 per galon pada pkl. 8:14 di Sydney. Harga komoditas itu kemarin turun 8,11 sen atau 2,2% ditutup di US$3,6178 per galon. Harga kontraknya telah melonjak menjadi US$3,7228 per galon, tertinggi sejak perdagangan dimulai pada 1978.
Harga minyak mentah brent untuk pengiriman Juni melemah US$2,24 atau 1,8% ditutup di level US$121,86 per barel di London's ICE Futures Europe. Harga kontrak itu mencapai rekor di US$125,90 pada 9 Mei lalu.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Produksi batu bara Indonesia akan naik 15%
- Pungutan ekspor CPO September turun menjadi 10%
- Minyak naik ke US$115,56 dipicu stok bensin AS turun
- Krisis pangan global sudah berakhir tahun ini
- 'Laba CPO akan tergerus sejalan penurunan harga'