Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Jumat, 16/05/2008 08:25 WIB

Minyak menguat tipis US$124,35 per barel

oleh : Elsya Refianti

NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah naik tipis di New York setelah satu laporan kemarian menunjukkan pasok gas naik dan Kongres AS menyetujui pembuatan undang-undang yang memperkuat kekeliruan perdagangan electronik energi.

Posisi cadangan minyak mentah melonjak 93 miliar kaki kubik pekan lalu, ungkap Departemen Energi.

Minyak mentah untuk pengiriman Juni naik 23 sen menjadi US$124,35 per barel pada pkl. 8:43 di Sydney pada perdagangan after-hours New York Mercantile Exchange. Harga kontraknya kemarin menyentuh US$120,75 setelah keluarnya laporan tentang gas, level terendah sejak 7 Mei, dan ditutup turun 10 sen menjadi US$124,12 per barel. Harga kontrak minyak mentah mencapai rekor tertinggi di posisi US$126,98 pada 13 Mei.

Rerata estimasi 23 analis yang disurvei Bloomberg News memprediksikan posisi cadangan gas sebesar 88 miliar kaki kubik.

Minyak mentah brent untuk pengiriman Juni turun 61 sen atau 0,5% yang ditutup di US$121,25 per barel di bursa ICE Futures Europe kemarin.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Minyak stabil setelah tertekan kenaikan pasok
  • Harga kedelai kembali naik
  • Harga minyak turun tajam jadi US$138
  • Belum ada rotasi di Bappebti
  • Berlian diburu hingga terus melonjak
  • Harga minyak turun jadi US$144,84 pagi ini
  • Harga minyak diharapkan tak lebihi US$150
  • Minyak mentah dekati US$142 per barel
  • Minyak kontrak Agustus dekati US$137 per barel

Komentar

Beri Komentar