Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Rabu, 25/06/2008 09:31 WIB
Minyak turun tipis ke US$136,81 per barel
oleh : Elsya Refianti
NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah bergerak tipis di New York setelah Royal Dutch Shell Plc mengatakan telah memulai kembali produksi di ladang Bonga di Nigeria yang diserang pekan lalu. Shell menghentikan produksi ladang minyak Bonga pada 19 Juni setelah kaum militan menyerang sebuah kapal produksi di lokasi tersebut. Minyak mentah untuk pengiriman Agustus turun 19 sen menjadi US$136,81 per barel pada pkl. 8:37 waktu Sydney di perdagangan after-hours New York Mercantile Exchange. Harga kontrak minyak kemarin naik 26 sen di level penutupan US$137 per barel setelah menyentuh US$138,75, tertinggi sejak mencapai rekor US$139,89 pada 16 Jun. Minyak mentah brent untuk pengiriman Agustus ditutup menguat 55 sen atau 0,4% di posisi US$136,46 per barel di London's ICE Futures Europe kemarin. Harga brent sempat melonjak capai US$137,76 per barel sebelumnya.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Badai Ike dongkrak minyak menjadi US$108,75
- Harga minyak kontrak Oktober US$107,44/barel
- Volume transaksi indeks BBJ anjlok 33,72%
- Harga minyak bertahan pada US$109,35
- Harga elpiji tak naik sampai pemilu