Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Selasa, 08/07/2008 09:04 WIB

Minyak stabil setelah turun US$3 kemarin

oleh : Elsya Refianti

SINGAPURA (Bloomberg): Minyak mentah bergerak tipis di New York setelah turun lebih dari US$3 per kemarin di tengah indikasi pertumbuhan ekonomi melambat di Eropa yang berpotensi menghambat permintaan terhadap energi.

Minyak mentah untuk pengiriman Agustus berada di US$141,47 per barel atau naik 10 sen pada pkl. 9:26 waktu Singapura di New York Mercantile Exchange. Harga minyak kemarin anjlok 4% karena dolar AS menguat di tengah spekulasi para pemimpin negara industri kelompok Group of Eight (G-8) bakal mengindikasikan dukungan terhadap US$ dan membahas tingginya harga energi.

Harga minyak kemarin ditutup turun US$3,92 atau 2,7% di US$141,37 per barel. Minyak mencapai rekor di posisi US$145,85 pada 3 Juli lalu. Harga minyak telah meroket 96% dalam setahun terakhir.

Indeks Reuters/Jefferies CRB anjlok 2,8% menjadi 460,23.

Minyak mentah brent untuk pengiriman Agustus ditutup di level US$141,91 per barel, atau naik 4 sen di London's ICE Futures Europe pada pkl. 9:23 waktu Singapura. Kontrak komoditas itu turun US$2,55 atau 1,8% kemarin menjadi US$141,87 per barel. Harga kontrak brent mencapai rekor di US$146,69 pada 3 Juli.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Tren kenaikan harga komoditas dimulai lagi
  • Harga minyak sedikit berubah pada US$121,27
  • Produksi batu bara Indonesia akan naik 15%
  • Pungutan ekspor CPO September turun menjadi 10%

Komentar

Beri Komentar