Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Jumat, 11/07/2008 08:53 WIB

Minyak mentah dekati US$142 per barel

oleh : Elsya Refianti

NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah diperdagangkan mendekati US$142 per barel setelah melonjak US$5 lebih per barel pada jam terakhir perdagangan di New York kemarin, karena posisi harga telah melampaui level yang mengaktifkan program aksi beli pada komputer.

Sebelumnya, harga juga menguat kemarin karena Iran melakukan uji coba rudal di Teluk Persia dan satu kelompok militan Nigerian mengatakan akan mengakhiri gencatan senjata pekan ini. Kenaikan harga minyak itu terakselerasi setelah harga kontrak melampaui level tertinggi 9 Juli di US$138,28 pada pkl. 2:09 setelah mendekati level tersebut sedikitnya lima kali.

Minyak mentah untuk pengiriman Agustus menguat 20 sen ke US$141,85 per barel di New York Mercantile Exchange pada pkl. 8:33 di Sydney. Harga minyak kemarin melonjak US$5,60 atau 4,1% di level penutupan US$141,65 per barel, kenaikan tertinggi dalam satu hari sejak 6 Juni.

Iran, yang mempunyai cadangan minyak terbesar kedua di dunia, kemarin menggelar uji coba rudal yang bisa menjangkau Israel, sehingga menambah kekhawatiran konflik akan memangkas pasok.

Harga minyak mentah brent untuk pengiriman Agustus ditutup naik US$5,45 atau 4% di level US$142,03 per barel di London's ICE Futures Europe. Harga brent melonjak capai rekor di US$146,69 pada 3 Juli.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Harga minyak terangkat badai
  • Harga CPO terendah setahun menjadi US$715
  • Harga elpiji bakal melonjak 80% tahun ini
  • Minyak turun lagi ke US$113
  • Permintaan daging sapi akan naik 15%
  • Harga CPO naik menjadi US$790
  • Minyak rebound menjadi US$116
  • Harga minyak dekati US$114 per barel di Asia
  • Harga CPO naik lagi menjadi US$784

Komentar

Beri Komentar