Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Rabu, 16/07/2008 08:55 WIB
Harga minyak turun tajam jadi US$138
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA: Harga minyak mentah di New York masih bertahan di level US$138 per barel setelah tadi malam anjlok US$6 per barel dipicu spekulasi pelemahan ekonomi AS sehingga permintaan menurun.
Chairperson Federal Reserve Ben S. Bernanke dalam pernyataannya kepada komite perbankan senat AS menyatakan risiko perlambatan ekonomi inflasi meningkat. Hal ini langsung menekan harga minyak mentah sehingga investor menghentikan aksi belinya.
Pada perdagangan pagi ini harga minyak mentah di New York Mercantile Exchange naik tipis US$0,11 menjadi US$138,85 per barel pukul 8.45 WIB, menurut data CNBC. Harga menyentuh rekor tertingginya US$147,50 pada 11 Juli dan melonjak 92% dalam satu tahun terakhir.
Harga kemarin anjlok US$6,44 per barel atau 4,4% menjadi US$138,74 per barel. Ini merupakan penurunan terbesarnya sejak Maret.
"Ketika harga sudah di bawah US$140, akan semakin besar peluang untuk kembali dijual, sehingga dalam semenit saja harga langsung turun US$2, tidak ada yang dapat menahannya," kata Addison Armstrong, direktur riset pasar TFS Energy LLS di Stamfort Connecticut AS seperti dikutip Bloomberg.
Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC), pemasok 40% minyak global, memprediksi permintaan minyak untuk negara-negara anggotanya turun menjadi rata-rata 31,2 juta barel per hari pada tahun depan, atau turun 710.000 barel per hari dari perkiraan semula.
Presiden Venezuela Hugo Chavez dalam situs resmi OPEC menyatakan harga minyak mentah akan menyentuh US$300 per barel jika Exxon Mobil, perusahaan minyak terbesar AS, kembali membekukan aset Venezuela untuk melakukan nasionalisasi proyek minyak. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak kontrak Oktober US$107,44/barel
- Volume transaksi indeks BBJ anjlok 33,72%
- Harga minyak bertahan pada US$109,35
- Harga elpiji tak naik sampai pemilu
- Harga komoditas capai level terendah lima bulan
Komentar
#1 - alow......
menurut saya harga minyak mentah akan naik lagi ,hal itu disebabkan oleh inflasi ekonomi yg terjadi di AS .....,dan hal ini akan memicu kenaikan tingkat minyak dunia per barrel nya......sekian komentar saya ,THANKs...............
Filbert A - jakarta/indonesia @ 16/07/2008 - 09:59 WIB dari 125.163.200.150 (150.subnet125-163-200.speedy.telkom.net.id)