Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Rabu, 16/07/2008 15:42 WIB
Harga kedelai kembali naik
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA: Harga kedelai untuk pertama kali naik sejak tiga hari anjlok hingga posisi terendah dalam sepekan. Investor kembali membeli kontrak komoditas ini karena menilai harga sudah murah.
Harga bahan pembuat minyak goreng pesaing kuat minyak sawit ini sudah anjlok 5% dalam dua hari saja dipicu spekulasi hasil panen yang melimpah karena cuaca mendukung di AS. Musim kering saat ini membantu keberhasilan panen setelah pada bulan lalu banjir di Mississippi dan sungai Iowa, AS.
"Kenaikan harga kedelai hari ini murni karena faktor penyesuaian harga secara teknikal. Secara umum sentimen di pasar masih belum mendukung dipicu penurunan harga minyak mentah dan anjloknya pasar saham global," kata Nicholas Chung, senior manager commodity derivatives team pada Korea Development Bank di Seoul seperti dikutip Bloomberg.
Harga kontrak kedelai untuk pengiriman November naik 0,9% menjadi US$15,30 per bushel di Chicago Board of Trade. Harga sebelumnya diperdagangkan pada posisi US$15,13, terendah sejak 8 Juli, namun sempat menyentuh rekor tertinggi US$16,36 pada 3 Juli sehingga dalam satu tahun sudah melonjak 75%.
Chung menambahkan secara fundamental pasar kedelai masih tren bullish, namun tidak dapat terhindar dari dampak krisis kredit subprime mortgage. Pada suatu saat investor mencoba keluar dari memegang komoditas demi menutupi kerugian dari saham maupun uang tunai.
Indeks saham Asia Pasifik MSCI tercatat turun 18% tahun ini, indeks Standard & Poor 500 hari ini juga anjlok hingga level terendah sejak 2005 ketika harga minyak mentah terjun bebas sehingga menggerus harga saham sektor energi.
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak kontrak Oktober US$107,44/barel
- Volume transaksi indeks BBJ anjlok 33,72%
- Harga minyak bertahan pada US$109,35
- Harga elpiji tak naik sampai pemilu
- Harga komoditas capai level terendah lima bulan