Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Kamis, 17/07/2008 09:12 WIB
Minyak stabil setelah tertekan kenaikan pasok
oleh : Elsya Refianti
NEW YORK (Bloomberg): Kontrak minyak mentah bergerak tipis di New York setelah satu laporan kenaikan tak terduga pada pada pasokan AS menekan harga sebesar US$4 per barel kemarin.
Pasok minyak mentah naik 2,95 juta barel menjadi 296,9 juta barel pekan lalu, ungkap satu laporan Departemen Energi. Pasok minyak AS sebelumnya diperkirakan akan anjlok 2,2 juta barel, ungkap hasil survei Bloomberg News.
Permintaan terhadap bahan bakar di AS rata-rata sebesar 20,3 juta barel per hari dalam empat pekan terakhir, atau turun 2% dibandingkan dengan 2007, kata departemen itu.
Minyak mentah untuk pengiriman Agustus berada di level US$135 per barel, atau naik 40 sen pada pkl. 7:51 waktu Singapura di New York Mercantile Exchange. Harga kontrak telah naik 82% dibandingkan dengan setahun lalu.
Harga minyak mentah kemarin turun US$4,14 atau 3% di level penutupan US$134,60 per barel. Harga anjlok 7,3% dalam dua hari terakhir, penurunan terbesar dua hari sejak Januari 2007.
Minyak turun menjadi US$132 per barel kemarin, atau 10% lebih di bawah rekor harga US$147,27 yang dicapai pada 11 Juli.
Cadangan bensin naik 2,47 juta barel menjadi 214,2 juta barel, kata laporan itu. Sebelumnya, stok diperkirakan akan turun sebesar 800.000 barel. Cadangan bahan bakar distilasi, termasuk heating oil dan solar, bertambah 3,19 juta barel menjadi 125,7 juta barel, kata departemen itu. Sebelumnya, stok diduga bakal naik 2 juta barel.
Bensin untuk pengiriman Agustus berada di level US$3,2879 per galon di New York, atau naik 0,85 sen. Harga kontrak bensin menyentuh rekor US$3,631 per galon pada 11 Juli.
Harga minyak mentah brent untuk pengiriman September tertekan US$4,05 atau 2,9% ke US$135,81 per barel di London's ICE Futures Europe.Kontrak brent untuk pengiriman Agustus yang jatuh tempo kemarin turun US$2,56 atau 1,9% ke US$136,19 per barel. Harga brent mencapai rekor di US$147,50 pada 11 Juli lalu.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Krisis pangan global sudah berakhir tahun ini
- 'Laba CPO akan tergerus sejalan penurunan harga'
- Dolar melemah, minyak naik lagi menjadi US$115
- Ekspor nikel Filipina ke China anjlok 96%
- Harga minyak turun menjadi US$112,90