Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Selasa, 05/08/2008 17:31 WIB
Minyak anjlok menjadi US$118 per barel
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Harga minyak mentah anjlok hingga menjadi US$118 per barel, terendah dalam tiga bulan, sore ini dipicu spekulasi badai tropis Edouard tidak merusak fasilitas di Gulf AS dan kekhawatiran perlambatan ekonomi akan menyebabkan komoditas mulai dijual.
Penurunan harga minyak hingga level terendah sejak 5 Mei 2008 ini juga dipengaruhi penguatan dolar AS sehingga membatasi gerak penguatan komoditas untuk mengantisipasi inflasi.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi global juga turut memicu penurunan harga sejumlah komoditas lainnya selain minyak mentah yakni emas, platina, dan gandum karena permintaan berkurang.
Untuk kontrak pengiriman September harga minyakl mentah anjlok US$3,41 atau 2,8% menjadi US$118 per barel di transaksi elektronik New York Mercantile Exchange, dan di London US$118,95 per barel. Namun pada pukul 17.30 WIB harga kembali naik menjadi US$119,38 per barel.
Harga minyak sudah anjlok US$30 sejak menyentuh rekor US$147,27 per barel pada 3 Juli 2008. Harga terendah tahun ini US$85,20 pada 23 Januari dan rata-rata tahun ini US$113,34.
Riset analis PT Bali Securities Ketut Try Bayuna mengatakan harga minyak masih berpeluang turun hingga di bawah US$100 bahkan hingga US$70 per barel. Hal ini karena perlambatan ekonomi dunia, khususnya AS, Eropa. China dan India baru akan merasakan perlambatan pada 2009. Dengan demikian permintaan minyak akan berkurang sehingga akan menurunkan harganya.
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak stabil pada US$118,26
- 3 Pihak di Jatim gunakan resi gudang untuk ekspor
- GAPKI: Level terendah harga CPO hanya US$750
- Harga minyak mentah melonjak 2,4% jadi US$117,89
- Harga minyak pagi ini melanjutkan kenaikannya