Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Rabu, 06/08/2008 09:05 WIB

Minyak kontrak September turun jadi US$118,42

oleh : Elsya Refianti

LOS ANGELES (Bloomberg): Harga minyak tertekan memasuki hari ketiga menjadi di bawah US$119 per barel di tengah indikasi permintaan bakal terhambat oleh pelambatan ekonomi AS dan Eropa serta karena kekuatan badai Edouard telah melemah ketika melintasi Texas.

Minyak kemarin anjlok ke level terendah sejak awal Mei karena sektor jasa di AS dan Inggris berkontraksi pada Juli dan penjualan ritel Eropa turun tertajam dalam sedikitnya 13 tahun pada Juni.

Minyak mentah pengiriman September turun 75 sen atau 0,6% menjadi US$118,42 per barel pada pkl. 9:07 waktu Sydney di New York Mercantile Exchange. Kemarin harga minyak melemah US$2,24 atau 1,8% di level penutupan US$119,17 per barel di New York. Sebelumnya, minyak menyentuh US$118, terendah sejak 5 Mei.

Harga minyak telah tertekan lebih dari US$28 sejak menyentuh rekor di posisi US$147,27 per barel di New York pada 11 Juli.

Harga bensin untuk pengiriman September turun 4,38 sen  atau 1,5% menjadi US$2,9564 per galon di Nymex kemarin, penutupan terendah sejak 1 Mei. Kontrak berjangka minyak melemah 13% pada bulan lalu, penurunan terbesar sejak September 2006 karena pelambatan ekonomi memangkas permintaan bahan bakar kendaraan bermotor.

Minyak mentah brent untuk pengiriman September ditutup turun US$2,98 atau 2,5% menjadi US$117,70 per barel di London's ICE Futures Europe. Harga penutupan itu 20% lebih rendah dari posisi rekor di US$147,50 per barel yang dicapai 11 Juli.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Harga beras terdorong biaya transportasi
  • Pajak CPO Malasia akan diturunkan
  • Minyak mereda, hampir terendah empat bulan
  • Saudi Aramco turunkan harga LPG

Komentar

Beri Komentar