Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Rabu, 06/08/2008 16:55 WIB
Kejayaan komoditas belum berakhir
oleh : Berliana Elisabeth S.
MELBOURNE (Bloomberg): Jim Rogers menyatakan kejayaan harga komoditas masih belum berakhir masih ada waktu hingga 2020 meski beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan.
Indeks 19 komoditas Reuters/Jefferies CRB anjlok hingga penurunan bulanan terbesarnya dalam 28 tahun pada Juli, padahal sebelumnya mencatat posisi terbaiknya dlam 35 tahun pada semester I 2008.
Index CRB anjlok 10% pada Juli, penurunan terbesar sejak Maret 1980 ketika perekonomian AS menghadapi resesi.
"Bullishnya psar komoditas masih jauh untuk berlalu, dan akan berakhir pada 2020 berdasarkan siklus sejatah," kata manajer investasi yang pada April 2006 memprediksi harga minyak akan tembus US$100 per barel (pada saat itu harga masih jauh dibawah level tersebut) dan harga emas US$1.000 per ounce, pada konferensi Goal Coast, di Queensland Australia hari ini.
Menurut dia secara fundamental komoditas masih bagus meski sebulan lalu harga anjlok.
Harga komoditas pertanian dan minyak mentah akan menanjak untuk lima tahun kedepan dipicu pasokan yang tidak naik lebih cepat daripada permintaan.
"Saat ini kita harus melihat kebelakang mengenai komoditas, jika kedepannya masih berprospek, maka inilah saatnya untuk kembali membeli," kata Rogers.
Harga sejumlah komoditas termasuk minyak mentah, CPO, timah, batu bara, gandum, jagung dan gula mencapai rekor tertingginya pada tahun ini.
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak kontrak Oktober US$107,44/barel
- Volume transaksi indeks BBJ anjlok 33,72%
- Harga minyak bertahan pada US$109,35
- Harga elpiji tak naik sampai pemilu
- Harga komoditas capai level terendah lima bulan