Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Kamis, 07/08/2008 07:43 WIB
Minyak stabil di US$118,73 per barel
oleh : Elsya Refianti
DALLAS (Bloomberg): Harga minyak mentah bergerak tipis setelah melemah kemarin karena satu laporan menunjukkan kenaikan tak terduga pada pasok minyak AS, dolar menyentuh tertinggi tujuh pekan, dan spekulasi pelambatan ekonomi global bakal memangkas permintaan bahan bakar.
Pasok minyak mentah naik 1,61 juta barel pekan lalu, ungkap Departemen Energi AS. Pasok sebelumnya diperkirakan anjlok 200.000 barel, kata para analis dalam survei Bloomberg. Penggunaan bahan bakar minyak 2,6% lebih rendah selama empat pekan yang berakhir 1 Agustus dibandingkan dengan setahun sebelumnya.
Harga minyak mentah di New York tertekan menjadi US$117,11 per barel kemarin, atau 20% di bawah rekor yang menyentuh US$147,27 per barel pada 11 Juli.
Minyak mentah untuk pengiriman September menguat 15 sen atau 0,1% menjadi US$118,73 per barel pada pkl. 9:24 waktu Sydney di New York Mercantile Exchange. Kemarin harga minyak turun 59 sen atau 0,5% ke US$118,58 per barel di New York, penutupan terendah sejak 2 Mei.
Harga minyak mentah brent untuk pengiriman September tertekan 70 sen atau 0,6% menjadi US$117 per barel di London's ICE Futures Europe kemarin. Sebelumnya, brent sempat menyentuh US$115,60 per barel, atau 22% di bawah rekor harga tertingginya yang mencapai US$147,50.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak kontrak Oktober US$107,44/barel
- Volume transaksi indeks BBJ anjlok 33,72%
- Harga minyak bertahan pada US$109,35
- Harga elpiji tak naik sampai pemilu
- Harga komoditas capai level terendah lima bulan