Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Kamis, 07/08/2008 17:20 WIB

Ekspor beras Thailand anjlok 20% tahun depan

oleh : Berliana Elisabeth S.

BANGKOK (Bloomberg): Thailand, eksportir beras terbesar dunia, menyatakan pengiriman beras untuk tahun depan anjlok 20% dipicu pasokan global yang meningkat dan harga tidak bertahan lama pada level US$1.000 per ton.

Asosiasi eksportir beras Thailand melaporkan negeri ini hanya mengirimkan 10 juta ton beras tahun ini. Pada tahun depan penjualan ke luar negeri akan anjlok menjadi 8 juta dan 8,5 juta ton pada 2009.

"Kami tidak ingin melihat harga melampaui US$1.000 per ton untuk waktu lama," kata predisen asosiasi Chookiat Ophaswongse kepada reporter hari ini di Bangkok.

Harga kontrak beras sempat mencapai rekor tertinggi pada awal tahun ini di tengah kepanikan akan kekurangan pasokan di pasar global, tingginya inflasi, dan kerusuhan di negara berkembang termasuk Mesir akibat kenaikan harga bahan pangan. Lonjakan harga ini memicu petani menaikkan volume tanaman padinya.

"Prospek ekspor beras Thailand kurang bagus dalam beberapa bulan ke depan. Orang-orang menunggu produksi dari beberapa negara lain seperti India dan Vietnam," tutur Cookiat.

Harga patokan beras ekspor Thailand untuk grade B 100% yakni beras putih menyentuh rekor tertingginya US$1.038 per ton pada 21 Mei 2008, dipicu kenaikan permintaan dan penurunan ekspor dari beberapa produsen termasuk Vietnam.

Harga jenis tersebut hari ini di Thailand US$811 per ton, 22% lebih rendah dari rekor tertingginya.

Organisasi pangan dunia dibawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, Food and Agriculture Organization (FAO), memproyeksikan produksi beras global akan mencapai rekor tertingginya 445,3 juta ton tahun ini atau naik 2,3% dari musim panen tahun lalu. Kurang dari 10% hasil panen padi global di perdagangkan.

Cookiat menambahkan ekspor dari Thailand akan mencapai rata-rata 500.000-650.000 ton per bulan tahun depan. Namun pada semester I tahun ini rata-rata ekspor mencapai 1 juta ton.

Petani padi di Thailand memanfaatkan kenaikan harga beras dengan menanam lebih banyak sehingga produksi dari negeri Gajah Putih ini naik 29% menjadi 8,9 juta metrik ton periode panenan Mei-Juni 2008, data kantor pertanian Thailand.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Harga elpiji bakal melonjak 80% tahun ini
  • Minyak turun lagi ke US$113
  • Permintaan daging sapi akan naik 15%
  • Harga CPO naik menjadi US$790

Komentar

Beri Komentar