Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Jumat, 08/08/2008 07:34 WIB
Harga minyak stabil pada US$119,79
oleh : M. Yunan Hilmi
DALLAS (Bloomberg): Harga minyak relatif stabil setelah sempat naik untuk pertama kalinya dalam empat hari setelah pemerintah Turki mengumumkan jaringan pipa yang membawa minyak mentah ke Mediterranean dari Azerbaijan masih ditutup untuk dua pekan menyusul ledakan yang terjadi pada 5 Agustus.
Gubernur Provinsi Erzincan Ali Gungor mengatakan jaringan pipa itu mampu menyalurkan sebanyak 1 juta barel per hari. Kelompok separatis Kurdi menyatakan bertanggungjawab atas ledakan tersebut.
"Tentu saja peristiwa itu berdampak ke pasar global. Padahal sebelumnya jaringan pipa minyak ini belum pernah mendapat serangan. Peristiwa ini terkait dengan masalah politis yang bisa mengurangi pasok minyak dunia," kata Presiden Cameron Hanover Inc Peter Beutel.
Minyak mentah untuk pengiriman September turun US$0,23 atau 0,2% menjadi US$119,79 per barel pada pukul 9.07 a.m. waktu Sydney di New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga minyak sempat naik US$1,44 (1,2%) menjadi US$120,02 per barel di New York. Untuk harga berjangka turun sampai US$117,11 per barel pekan ini setelah besarnya persediaan di AS naik dari perkiraan. Posisi saat ini tercatat 20% di bawah rekor US$147,27 pada 11 Juli.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Badai Ike dongkrak minyak menjadi US$108,75
- Harga minyak kontrak Oktober US$107,44/barel
- Volume transaksi indeks BBJ anjlok 33,72%
- Harga minyak bertahan pada US$109,35
- Harga elpiji tak naik sampai pemilu