Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Rabu, 13/08/2008 18:39 WIB

Harga minyak dekati US$114 per barel di Asia

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA: Harga minyak melonjak mendekati US$114 per barel di Asia, Rabu, setelah dolar melemah terhadap euro dan yen menjelang pengumuman data mingguan inventaris minyak mentah AS.

Pelemahan dolar telah membantu mendongkrak harga minyak tahun ini, karena komoditas berdenominasi dolar kerap digunakan sebagai pelindung terhadap inflasi dan kemerosotan mata uang AS.

Euro menguat ke US$1,4923, Rabu, sementara dolar merosot ke 108,80 yen.

Minyak mentah jenis light, sweet untuk pengiriman September naik 89 sen ke US$113,90 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada tengah hari di Singapura. Kontrak tersebut anjlok US$1,44 semalam dan ditutup di US$113,01 per barel.

Minyak mentah Nymex turun sekitar US$33 atau 22 persen dari level tertinggi US$147,27 pada 11 Juli.

“Saya kira penurunan 20% sedikit terlalu berlebihan,” kata Jonathan Kornafel, direktur Asia untuk Hudson Capital Energy di Singapura.

“Kita turun terlalu jauh, terlalu cepat. Saya memperkirakan pasar akan bertahan antara 110 dan 120 dalam jangka pendek.”

Para investor tengah menantikan laporan oleh Departemen Energi AS mengenai stok minyak AS untuk pekan yang berakhir 8 Agustus, hari ini. Laporan stok minyak tersebut diperkirakan akan menunjukkan bahwa stok minyak mentah naik sebesar 500.000 barel, demikian menurut rata-rata estimasi analis dalam survei oleh perusahaan riset energi, Platts.

Para investor “telah melakukan aksi ambil untung karena mereka telah melihat rusaknya permintaan di AS dan mereka melihatnya sedikit menyebar ke Eropa,” kata Kornafel.

Survei Platts juga menunjukkan bahwa para analis memproyeksi inventaris bensin akan turun 2,2 juta barel sementara minyak distilasi naik 1,9 juta barel pekan lalu.

Di London, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 57 sen menjadi US$111,72 per barel.

International Energy International menurunkan prediksinya untuk permintaan produk minyak dari 30 negara maju, yang terutama berlokasi di Eropa dan Amerika Utara, Selasa, menjadi 48,6 juta barel per hari, turun 1,3% dari tahun lalu.

Laporan badan pengawas energi yang berbasis di Paris tersebut keluar satu hari setelah China menyatakan impor minyak mentahnya di Juli, kendati secara historis kuat, turun 7% dari bulan yang sama tahun lalu.

IEA memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan apakah penurunan harga minyak baru-baru ini merupakan tren jangka panjang. Badan tersebut menyatakan permintaan di negara-negara berkembang dapat mengimbangi penurunan di negara-negara maju, dan bahwa pihaknya memperkirakan permintaan minyak China akan terus tumbuh dengan kecepatan yang tinggi.

Di perdagangan Nymex lainnya, kontrak minyak pemanas naik 2,59 sen menjadi US$3,104 per galon (3,8 liter) sementara harga bensin naik 2,85 sen menjadi US$2,8718 per galon. Kontrak gas alam naik 8,4 sen menjadi US$8,414 per 1000 kaki kubik. (t01)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Harga baja merosot hampir 50%
  • Minyak melanjutkan penurunan dua harinya
  • Harga karet naik dalam 2 hari
  • Harga emas di Cikini stabil di kisaran tinggi
  • Kontrak emas di BBJ turun tajam
  • Minyak turun dari level tertinggi 5 pekan
  • Harga CPO di bursa KL naik dipicu ekspor
  • Konflik di Gaza angkat minyak ke US$47,90
  • Harga komoditas turun terbesar dalam 5 dekade

Komentar

Beri Komentar