Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Senin, 18/08/2008 12:45 WIB
Harga minyak terangkat badai
oleh : Taufik Wisastra
SINGAPURA (Bloomberg): Harga minyak mentah naik pertama kali dalam tiga hari di New York saat badai tropis mendekati Kuba yang memicu evakuasi dari pengilangan dan platform produksi di Teluk Meksiko.
Badai Tropis Fay, dengan kecepatan angin sekitar 80 km per jam, berada pada 170 mil tenggara Havana, Kuba, pada pkl. 11:00 waktu New York dan diperkirakan semakin menguat sebelum menerjang pantai baratlaut Florida padaa Selasa, ungkap National Hurricane Center.
"Fay menyebabkan pasar sedikit menguat. Kkenaikan itu juga karena pasar dalam keadaan oversold pada Jumat dan sejumlah pelaku memanfaatkannya untuk membeli," ujar Victor Shum, konsultan senior pada Purvin & Gertz Inc di Singapura
harga minyak mentah untuk pengiriman September naik US$1,52 (+1,3%) menjadi US$115,29 per barrel di New York Mercantile Exchange dan diperdaganglan pada level US$114,94 pada pkl. 13:18 waktu Singapura. Kontrak sebelumnya turun di level US$113,25.
New York oil future turun 1,1% pada 15 Agustus ke posisi US$113,77, dan sempat menyentuh US$111,34, terendah sejak 1 Mei. Harga turun pekan lalu seiring dengan apresiasi dolar AS yang menghalangi permintaan komoditas sebagai lindung nilai dari inflasi.
Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik US$1,58 (+1,4%) menjadi US$114,13 per barrel di ICE Futures Europe London. Harga minyak ini US$113,77 per barrel pada pkl. 13:12 waktu Singapura. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak akan capai US$130 per barel
- Penurunan pasokan dorong harga kakao
- Persediaan melonjak, harga minyak jeblok 12%
- Bappebti belum bisa gunakan resi gudang elektronik
- BBJ cabut 13 anggota bursa