Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Selasa, 19/08/2008 14:09 WIB
Ekspor nikel Filipina ke China anjlok 96%
oleh : Bloomberg
MANILA (Bloomberg): Ekspor bijih nikel Filipina ke China anjlok 96% pada Juli dipicu penurunan harga dan pengurangan produksi.
Ekspor ke China dari wilayah Selatan Filipina, pemasok 88% produksi nikel di kawasan Asia Tenggara selama 2007, anjlok 38.723 metrik ton pada Juli dari 930.962 ton tahun lalu, data pusat statistik Filipina hari ini.
Pengiriman turun 80% menjadi 167.389 ton pada Juni dari tahun lalu.
Harga nikel sendiri anjlok 30% sejak tahun lalu karena kelebihan produksi. Harga nikel untuk pengiriman segera turun 3,6% menjadi US$18.007 per ton di Londo Metal Exchange kemarin.
Produksi nikel pig iron, kualitas lebih baik daripada nikel ore, tumbuh lebih sedikit setelah pemerintah menutup sejumlah tambang untuk menghemat energi ditengah kekurangan energi dalam enam tahun.
Lebih dari setengah operator tambang di Shandong China, Henan, Shaanxi, dan Hebei ditutup untuk produksi produk nikel kualitas lebih rendah sehingga stok nikel ore di pelabuhan China menjadi 8 juta ton.
Sebagian besar produsen nikel ore di Filipina menghentikan pengiriman ke China, data Toledo Mining Corp.
Pengiriman nikel ore Filipina untuk kualitas lebih tinggi ke Jepang melonjak hingga hampir tiga kali lipat menjadi 150.281,5 ton pada Juli, dari 50.142 ton tahun lalu, data pusat statistik Filipina.
bisnis.com
Berita Lain
- Minyak terpangkas pengangguran AS ke US$66
- Minyak naik tipis dekati US$69 per barel
- Minyak turun dari tertinggi 8 bulan, ke level US$70
- Minyak tembus level US$73 per barel di New York
- Kenaikan harga komoditas berpotensi terhenti