NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah dunia kembali naik untuk kedua harinya dipicu pelemahan dolar AS sehingga investor kembali membeli kontrak minyak untuk mengantisipasi inflasi.
Harga minyak dan emas rebound ketika dolar AS terdepresiasi terhadap euro dari level terkuatnya sejak 20 Februari. Kenaikan harga minyak juga dipicu prediksi bahwa pemerintah melaporkan hari ini bahwa persediaan bensin AS berkurang periode empat minggunya.
"Pada saat ini, pelemahan dolar menjadi pemicu utama kenaikan harga minyak. Fokus perhatian pasar tertuju pada posisi mata uang terhadap euro," kata Nauman Barakat, senior vice president of global energy futures Macquarie Futures USA Inc di New York.
Harga kontrak minyak mentah untuk pengiriman September naik 0,6% menjadi US$115,20 per barel dan kembali menjadi US$115 pada pukul 8:16 a.m waktu Sydney untuk kontrak New York Mercantile Exchange (Nymex). Kontrak menyentuh levelt erendah dalam 15 pekan US$111,34 per barel pada 15 Agustus. Harga sudah naik 62% sejak tahun lalu, kemarin harga naik 1,5% menjadi US$114,53 per barel.
Minyak kontrak September akan berakhir pada penutupan transaksi bursa Nymex hari ini. Kontrak teraktif yakni Oktober, naik 0,6% menjadi US$115,25 per barel.
Pasokan bensin AS turun 3 juta barel pekan lalu dari 202,8 juta barel pada pekan sebelumnya, menurut 13 analis yang di survei Bloomberg News. Departemen Energi akan melaporkan data stok minyaknya hari ini pada pukul 10:35 a.m waktu Washington.
Laporan stok minyak AS ini akan memastikan harga semakin mahal, kata Peter Beutel, presiden of energy consultant Cameron Hanover Inc. di New Canaan, Connecticut. Minyak hasil penyulingan saat ini hampit tidak dapat memenuhi permintaan.
Persediaan minyak mentah naik 1,5 juta barel pada minggu yang berakhir 15 Agustus, hasil survei. Stok bahan bakar hasil penyulingan termasuk minyak pemanas dan diesel, juga akan naik 1 juta barel.
"Stok minyak mentah akan naik atau turun 1 juta barel ketika stok bensin turun dan hasil penyulingan naik," kata Gene McGillian, analis TFS Energy LLC di Stamford, Connecticut. Jika hasil penyulingan turun atau bensin tidak dapat menutupi kekurangnnya, akan mendapat reaksi besar dari pasar.
Harga minyak brent untuk kontrak Oktober naik 1,2% menjadi US$113,23 per barel di ICE Futures Europe Exchange London.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »