Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Kamis, 28/08/2008 07:25 WIB
Harga minyak stabil pada US$118,26
oleh : M. Yunan Hilmi
NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah tidak banyak berubah di New York meski muncul spekulasi dampak badai tropis Gustav bakal lebih dahsyat sejak Katrina yang kini tengah menuju ke anjungan lepas pantai di Teluk Meksiko.
Gustav kemungkinan menjadi akan bencana yang paling destructive dibandingan dengan rivalnya, Rita dan Katrina. Dua badai sebelumnya memaksa kilang dan anjungan minyak di Teluk tutup dan membawa harga minyak melambung mencapai rekor. National Hurricane Center melaporkan Gustav berkekuatan sekitar 50 mil atau 85 km per jam.
"Ramalan cuaca menyebutkan Gustav tengah menuju Louisiana, dan itu berita buruk," kata Peter Beutel, president of energy consultant Cameron Hanover Inc, New Canaan, Connecticut.
Minyak mentah untuk pengiriman Oktober naik US$0,11 menjadi US$118,26 per barel pada 8.44 a.m. waktu Sydney di New York Mercantile Exchange. Jika dibandingkan tahun lalu harga naik 65%. Untuk bursa berjangka turun 20% sejak menyentuh rekor US$147,27 per barel 11 Juli. Kemarin, minyak naik US$1,88 atau 1,6% menjadi US$118,15.
Gas alam untuk pengiriman Oktober turun US$0,02 menjadi US$8,588 per million British thermal unit setelah naik 2,6% menjadi US$8,608 per million British thermal unit di New York, kemarin.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Permintaan minyak jeblok, harga terendah 22 bulan
- India naikkan impor CPO dari Indonesia
- Minyak terendah sejak Januari 2007
- Minyak bangkit dari terendah 21 bulan
- Minyak turun lagi, pekan ini diduga di bawah US$50