Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Selasa, 02/09/2008 07:58 WIB

Minyak mereda, hampir terendah empat bulan

oleh : Berliana Elisabeth S.

DALLAS (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini hampir menyentuh level terendah dalam empat bulan setelah Topan Gustav melemah sebelum merusak pelabuhan Lousiana sehingga menghilangkan kekhawatiran kerusakan terhadap sejumlah rig dan ladang penyulingan.

Kerusakan yang disebabkan Topan Gustav yakni terhentinya produksi minyak lepas pantai dan 10% kapasitas penyulingan minyak AS menjadi 25% dari rekor kapasitasnya US$41,1 miliar yang disebabkan Badai Katrina pada 2005, data Risk Management Solutions Inc.

Gustav mulai mereda dan menjadi badai berkategori topan nomor dua sebelum melampaui pelabuhan southwest New Orleans kemarin.

"Ketika Topan Gustav melanda, pelaku pasar khawatir akan ketersediaan minyak. Namun saat ini pasar sudah mulai melihat kondisi yang sebenarnya sehingga harga mulai turun," kata Michael Rose, trading director Angus Jackson Inc. di Fort Lauderdale, Florida.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Oktober pagi ini anjlok 3,5% dari posisi penutupan pekan lalu menjadi US$111,40 per barel di bursa New York Mercantile Exchannge pada pukul 9:26 a.m waktu Sydney.

Kemarin transaksi di bursa Nymex ditutup karena libur Labour Day di Amerika Serikat.

Harga gas alam untuk kontrak Oktober juga terjungkal 5,3% menjadi US$7,525 per mmbtu dan harga bensin turun 3,4% menjadi US$2,7584 per galon.

Harga minyak mentah sudah terkoreksi 24% dari rekor tertingginya US$147,27 per barel pada 11 Juli 2008, namun harga melonjak ke US$118,60 kemarin di pasar Asia akibat kekhawatiran Badai Gustav menghantam Gulf of Mexico dan menjadikannya sebagai Topan nomor 4, peringkat badai tertinggi.

"Kami melihat harga minyak menuju tren penurunan karena permintaan  berkurang dan pasokan bertambah sedangkan kerusakan sudah bisa diatasi," kata Simon Wardell, energy research manager Global Insight Inc di London.

Harga minyak brent untuk kontrak Oktober juga terkoreksi 4,1% menjadi US$109,41 per barel di ICE Futures Europe Exchange kemarin.

Pekerja dari 70% rig di Gulf telah dievakuasi ketika Gustav mendekat, data Minerals Management Service AS. Sekitar produksi 1,3 juta barel minyak per hari dan 7,06 miliar kaki kubik gas ditutup dari tempat produksi lepas pantai dan 95% produksi gas. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Harga baja merosot hampir 50%
  • Minyak melanjutkan penurunan dua harinya
  • Harga karet naik dalam 2 hari
  • Harga emas di Cikini stabil di kisaran tinggi
  • Kontrak emas di BBJ turun tajam
  • Minyak turun dari level tertinggi 5 pekan
  • Harga CPO di bursa KL naik dipicu ekspor
  • Konflik di Gaza angkat minyak ke US$47,90
  • Harga komoditas turun terbesar dalam 5 dekade

Komentar

Beri Komentar