Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Rabu, 03/09/2008 08:02 WIB

Minyak pagi ini kembali naik ke US$109

oleh : Berliana Elisabeth S.

NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini naik tipis setelah kemarin anjlok hingga hampir terendah lima bulan ketika Badai Gustav mereda dan tidak menghantam ladang minyak AS.

"Kemarin aksi jual besar-besaran dilakukan investor ketika Badai Gustav berbalik arah dan mereda, tidak jadi menghantam Gulf of Mexico, produsen 24% minyak AS." kata Gene McGillian, analis TFS Energy LLC di Stamford Connecticut.

Gulf of Mexico memproduksi 1,3 juta barel minyak mentah perhari dan 95% produksi gas AS atau 7,06 miliat kaki kubik terancam rusak karena badai. Namun hasil survei pada 1 September tidak ada kerusakan pada rig dan ladang minyak dan gas alam AS, data Coast Guard AS.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Oktober naik 0,3% menjadi US$110 per barel pada pukul 8:37 a.m. waktu Sydney di bursa New York Mercantile Exchange. Harga sudah melonjak 49% dari tahun lalu. Kemarin harga kontrak ini anjlok US$5,75 atau 5% menjadi US$109,71 per barel bahkan sempat menyentuh US$106, terendah sejak 8 April 2008.

Investor kembali membeli minyak setelah kemarin melepas besar-besaran sehingga harganya sudah murah dan mengakumulasi beli hari ini.

Harga minyak sudah terkoreksi 37% dari rekor tertingginya 11 Juli US$147,27 per barel, lalu anjlok karena Gustav tidak merusak Gulf, padahal pelaku pasar sudah khawatir akan terkena dampak seperti pada 2005 ketika Badai Katrina dan Rita melanda.

Kontrak pengiriman Oktober gas alam malah anjlok 1,8% menjadi US$7,14 per mmBtu, kemarin bahkan terpuruk 8,6% menjadi US$7,261 per mmBtu, terendah sejak 27 Desember 2007.

Sekitar 70% pekerja di rigs dan ladang inyak di Gulf dievakuasi mengantisipasi Badai Gustav, data Minerals Management Service AS. Royal Dutch Shell Plc, Total SA dan ConocoPhillips mengatakan pihaknya sudah melakukan inspeksi pada Gulf kemarin.

Shell, perusahaan minyak terbesar Eropa, berencana mengirim sejumlah pekerjanya ke Gulf of Mexico kemarin. Refineri, ladang minyak di Lousiana ditutup mengantisipasi serangan Badai Gustav yang diperkirakan sampai 10 hari akibat kekurangan sumber listrik, menurut data Marathon Oil Corp, Valero Energy Corp dan Exxon Mobil Corp.

Exxon Mobil menutup Baton Rouge, ladang minyak terbesar kedua di AS, setelah Gustav merusak sumber listrik ke Lousiana.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Eskpor kapas India turun
  • Permintaan terus berkurang, minyak turun ke US$58
  • Ekspor kapas dari Inda diprediksi turun
  • Harga emas tertekan depresiasi rupiah

Komentar

Beri Komentar