Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Rabu, 03/09/2008 14:48 WIB

Presiden: Harga elpiji tak dinaikkan lagi

oleh : Tri D. Pamenan & Ratna Ariyanti


JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pemerintah menetapkan tidak akan menaikkan harga eceran elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg.

"Apa yang sudah dijalankan sekarang ini. Rencana kenaikan elpiji 12 kg dan 50 kg yang semula akan dilakukan tiap bulan meskipun dari segi korporat bisa saja dilakukan, sudah kita nyatakan tidak akan dinaikkan lagi. Jadi kenaikan sekali itu, selesai di situ," ujar Presiden dalam jumpa pers di Kantor Kepresidenan siang tadi.

Presiden juga menginstruksikan Pertamina untuk segera mengatasi kelangkaan elpiji ukuran 3 kg. Program konversi minyak tanah ke elpiji mengakibatkan kelangkaan elpiji ukuran 3 kg.

Dia berharap masyarakat yang kini telah beralih ke elpiji tidak kesulitan mendapatkan pasokan elpiji. Presiden menambahkan selisih harga yang ditanggung Pertamina diambil dari selisih dividen Pertamina yang dibayar kepada Pemerintah.

Sebelumnya Menneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan pemerintah melarang Pertamina menaikkan harga elpiji tabung 12 kg dan 50 kg karena daya beli masyarakat yang masih belum memungkinkan untuk menerima kenaikan harga itu.
 
"Kami meminta Pertamina tidak menaikkan lagi elpijinya, setidaknya hingga tahun depan ditengah kondisi masyarakat yang masih belum memungkinkan menerima kenaikan itu. Meskipun kami tahu langkah Pertamina menaikkan harga elpiji itu untuk menekan kerugian yang ditimbulkan akibat penjualan bahan bakar tersebut," katanya. (tw)
 

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Harga baja merosot hampir 50%
  • Minyak melanjutkan penurunan dua harinya
  • Harga karet naik dalam 2 hari
  • Harga emas di Cikini stabil di kisaran tinggi
  • Kontrak emas di BBJ turun tajam
  • Minyak turun dari level tertinggi 5 pekan
  • Harga CPO di bursa KL naik dipicu ekspor
  • Konflik di Gaza angkat minyak ke US$47,90
  • Harga komoditas turun terbesar dalam 5 dekade

Komentar

Beri Komentar