Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Rabu, 03/09/2008 15:37 WIB
Harga komoditas capai level terendah lima bulan
oleh : Berliana Elisabeth S.
LONDON (Bloomberg): Komoditas ditransaksikan pada harga hampir terendah lima bulan dipimpin produk energi dipicu luputnya terpaan Badai Gustav yang dikhawatirkan akan merusak rig dan ladang minyak di Gulf of Mexico seperti pada kejadian Badai Katrina tahun 2005.
Harga gas alam hari ini di New York melanjutkan penurunan lima hari berturut-turut di New York hari ini ketika harga minyak mentah sedikit berubah setelah menyentah level terendah lima bulan kemarin.
Standard & Poor's GSCI Indeks dan Reuters/Jefferies CRB Index anjlok hingga penurunan terbesar sejak 19 Maret. Dolar AS menguat dalam lima hari terhadap mata uang kuat lainnya termasuk euro, sehingga mengikis harga komoditas yang berdenominasi dolar.
"Badai Gustav tidak terbukti merusak Gulf sehingga ini menurunkan harga minyak mentah yang menjadi pendorong aksi jual komoditas lainnya," kata William O'Neill, partner Logic Advisors di Upper Saddle River, New Jersey.
Dilain sisi, lanjut William, penurunan harga minyak mentah ini merupakan kabar buruk bagi komoditas dan menyebabkan pergantian arah investasi, yakni komoditas mulai ditinggalkan investor.
S&P GSCI, yang mencatat harga 24 komoditas, anjlok 31 poin atau 4,4% menjadi 677,06 kemarin, dan sepanjang Agustus terjungkal 6,9% serta sepanjang Juli terkoreksi 12%, setelah sempat melonjak 41% pada semester pertama 2008. Index CRB turun 3,4% menjadi 378,55.
"Semester kedua 2008 adalah periode dimana harga komoditas tidak menarik karena akan terjadi koreksi harga," kata investor Marc Faber, publisher Gloom, Boom dan Doom Report, di Bangkok.
S&P GSCI sudah terkoreksi 24% dari rekor tertinggi pada 3 Juli. Penurunan harga bahan baku juga memicu meredanya laju inflasi yang sempat mencapai level tertinggi 17 tahun di AS periode Julo dan 16 tahun di zona euro.
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak akan capai US$130 per barel
- Penurunan pasokan dorong harga kakao
- Persediaan melonjak, harga minyak jeblok 12%
- Bappebti belum bisa gunakan resi gudang elektronik
- BBJ cabut 13 anggota bursa