Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Kamis, 04/09/2008 07:24 WIB
Harga minyak bertahan pada US$109,35
oleh : M. Yunan Hilmi
NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mengalami sedikit perubahan setelah Royal Dutch Shell Plc dan ConocoPhillips melaporkan tidak adanya kerusakan atas landasan pengolaan minyak di Teluk Meksiko pasca topan Gustav.
Exxon Mobil Corp mengungkapkan para pekerja mulai kembali ke fasilitas-fasilitas yang tidak terkena secara langsung oleh Gustav. Harga minyak turun kemarin seiring dengn anjloknya nilai tukar euro terhadap dolar AS ke level terendah dalam tujuh bulan. Harga-harga juga rebound dari sesi terendah akibat perkiraan bagai tropis itu tengah berada di kawasan Atlantik.
Harga minyak untuk pengiriman Oktober tidak berubah pada US$109,35 per barel pada pukul 8.59 a.m. waktu Sydney di New York Mercantile Exchange. Kemarin, minyak turun US$0,36 atau 0,3% berakhir pada US$109,35 per barel. Harga yang naik 46% dari tahun lalu itu, sudah turun 26% dari angka rekor 11 Juli US$147,27.
Badai tropis Hanna bergerak membesar setelah melanda Haiti dan Bahamas yang diiringi dengan hujan. National Hurricane Center AS meramalkan badai itu bergerak menjauh dari kawasan Teluk dan menuju ke South Carolina yang akan berakhir akhir minggu ini. Sementara topan Ike berkekuatan 70 mil per jam berada jauh di laut dan Josephine di sebelah timur Laut Atlantik dengan kecepatan angin 60 mph yang bakal melemah akhir pekan ini.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga komoditas terseret merosotnya minyak
- Nikel tertekan indikasi kelebihan pasok
- Tembaga sentuh level terendah sejak Mei 2005
- Minyak terus turun menuju era Irak serang Kuwait
- Permintaan emas di China stagnan