Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Jumat, 05/09/2008 10:03 WIB
Harga minyak kontrak Oktober US$107,44/barel
oleh : Elsya Refianti
NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah tertekan memasuki sesi keenam berturut-turut ke level terendah dalam lima bulan lebih karena pelemahan euro terakselerasi terhadap dolar AS, sehingga menekan performa komoditas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Harga minyak telah anjlok sebesar 6% lebih pada pekan ini karena euro anjlok ke terendah tahun ini terhadap dolar AS di tengah indikasi pelambatan ekonomi Eropa.
Minyak mentah untuk pengiriman Oktober turun 45 sen menjadi US$107,44 per barel pada pkl. 8:46 waktu Sydney di New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga minyak turun US$1,46 atau 1,3% ke level penutupan US$107,89 per barel di New York.
Posisi stok minyak mentah AS turun 1,9 juta barel menjadi 303,9 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Agustus. Sejumlah analis yang disurvei Bloomberg News mengatakan pendapat berbeda mengenai apakah laporan akan menunjukkan kenaikan atau penurunan.
Harga minyak mentah tertekan menjadi US$105,46 pada 2 September, terendah sejak April, setelah Badai Gustav mengakibatkan kerusakan kecil terhadap produksi di Teluk Meksiko . Produksi minyak dari Teluk Meksiko memberi kontribusi sekitar 20% lebih pada total produksi minyak Amerika Serikat.
The Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang memasok 40% kebutuhan minyak dunia kemungkinan akan mempertahankan produksi pada tingkat tertinggi. Kelompok 13 negara produsen itu akan menolak seruan dari Venezuela dan Iran untuk memangkas pasok pada pertemuannya 9 September mendatang di Vienna, kata 29 dari 32 analis energi yang disurvei Bloomberg News.
Negara anggota OPEC yang memiliki kuota memproduksi kelebihan minyak sekitar 592.000 barel per hari dari jatah resmi mereka yang 29,673 juta barel di bulan lalu, kata estimasi Bloomberg. Irak tidak memiliki kuota. Seluruh negara anggota OPEC, kecuali Arab Saudi, memompa minyak mendekati kapasitas maksimumnya untuk memenuhi kenaikan permintaan dan menutupi penurunan pasok dari Nigeria, Iran dan Venezuela.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga komoditas terseret merosotnya minyak
- Nikel tertekan indikasi kelebihan pasok
- Tembaga sentuh level terendah sejak Mei 2005
- Minyak terus turun menuju era Irak serang Kuwait
- Permintaan emas di China stagnan