Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Senin, 22/09/2008 19:56 WIB

Harga nikel diprediksi turun 14% tahun depan

oleh : Berliana Elisabeth S.

AUSTRALIA (Bloomberg): Harga nikel berpotensi turun 14% karena berkurangnya permintaan dari Amerika Utara dan Eropa serta pasokan yang meningkat.
 
Australian Bureau of Agricultural and Resource Economics dalam laporan kuartalan menyatakan harga rata-rata nikel menjadi US$19.000 per ton pada 2009. Pada Juni lalu biro ini memprediksi rata-rata harga US$22.000 per ton.

Harga logam bahan baku stainless stell ini sudah anjlok 49% selama setahun terakhir karena meningkatnya suplai. Cadangan di gudang penyimpanan yang dipantau bursa London Metal Exchange naik pada pekan lalu ke level tertinggi sembilan tahun.

"Berkurangnya aktifitas konstruksi di Amerika Utara dan beberapa tempat di Uni Eropa menyebabkan berkurangnya permintaan untuk stainless steel. Pada saat yang sama, pasokan nikel dari sumber naik dipicu adanya tambang baru dan pengoperasian tambang hingga mencapai kapasitas terpasang," tutur biro itu.

Harga rata-rata nikel pada 2008 mencapai US$24.000 per ton, proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar US$27.000. Harga kontrak tiga mingguan nikel di London Metal Exchange rata-rata US$24.883 per ton tahun ini dan ditransaksikan pada US$16.950 per ton pada sesi siang di Sydney.

Barclays Capital bulan ini memangkas proyeksi harga untuk kuartal ketiga dan keempat, ketika Merrill Lynch & Co memotong estimasi harga untuk tahun ini dan 2009.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Minyak naik tipis, namun masih di US$47
  • Bappebti gencar sosialisasi sistem resi gudang
  • Harga minyak sempat di bawah US$48
  • Minyak terendah 3,6 tahun di bawah US$50

Komentar

Beri Komentar