Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Selasa, 23/09/2008 08:10 WIB
Minyak turun terseret reboundnya dolar
oleh : Berliana Elisabeth S.
DALLAS (Bloomberg): Harga minyak mentah untuk kontrak November terjungkal setelah dolar AS rebound dari level terendah sebulan dan setelah kontrak Oktober melejit lebih dari US$25 per barel pada akhir transaksi kemarin, kenaikan harian rekor tertinggi.
Harga minyak naik tertinggi sejak 21 Agustus kemarin ketika trader mengambil posisi untung untuk kontrak Oktober yang berakhir kemarin. Ditambah lagi adanya depresiasi dolar AS hingga terendah sejak Januari 2001 terhadap euro dan spekulasi bail out (talangan) pemerintah AS senilai US$700 miliar untuk industri finansial akan memicu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan.
"Dolar akan menjadi variabel paling pokok dalam beberapa hari ini karena rencana mentri keuangan untuk melakukan bail out akan secara signifikan memengaruhi kurs," kata Christopher Edmonds, managing principal FIG Partners Energy Research & Capital Group di Atlanta.
Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman November turun 0,7% menjadi US$108,63 per barel pada pukul 9:13 a.m waktu Sydney di bursa New York Mercantile Exchange (Nymex). Kemarin kontrak ini naik 6,4% menjadi US$109,37 per barel.
Minyak sudah melonjak 20% sejak 16 September 2008 ketika pembuat kebijakan menyepakati agar pemerintah menalangi perusahaan finansial yang merugi kredit subprime.
Kontrak minyak mentah pengiriman Oktober meroket 17% atau US$16,37 yang berakhir US$120,92 per barel kemarin di Nymex. Bahkan sempat menyentuh US$130 pada perdagangan sesi siang. Trader sebelumnya sudah menjual kontrak ini pekan lalu, ketika harga turun hingga ke US$90, lalu mereka membeli kembali.
Commodity Futures Trading Commission (CFTC), badan pengawas berjangka Amerika Serikat, kemarin memonitor harga minyak di Nymex atas kemungkinan adanya aksi manipulasi harga.
"Kami mengamati transaksi kontrak minyak di Nymex untuk membuktikan tidak ada pihak yang mengambil kesempatan dari masalah di pasar finansial sehingga mereka dapat melakukan manipulasi keuntungan," tutur Acting Chairman CFTC Walter Lukken.
Dolar AS sedikit berubah menjadi US$1,4793 per euro pada pukul 8:35 a.m. waktu Sydney dari US$1,4774 kemarin. Kurs sudah rebound dari 2,1% dari posisi kemarinmenjadi US$$1,4866, level terendah sejak 22 Agustus dipicu bail out pemerintah untuk perusahaan finansial akan menambah defisit anggaran belanja negara.
bisnis.com
Berita Lain
- Permintaan minyak jeblok, harga terendah 22 bulan
- India naikkan impor CPO dari Indonesia
- Minyak terendah sejak Januari 2007
- Minyak bangkit dari terendah 21 bulan
- Minyak turun lagi, pekan ini diduga di bawah US$50