Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Jumat, 26/09/2008 08:21 WIB

Minyak anjlok lagi meski bailout hampir disetujui

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Harga minyak mentah turun pagi ini meski kemarin malam naik US$2,29 ketika Kongres  hampir pasti menyetujui proposal pemerintah AS untuk menalangi perusahaan finansial dari masalah kredit untuk mencegah perekonomian negara mencegah resesi.

Harga minyak mentah untuk pengiriman November di bursa New York Mercantile Exchange pagi ini pukul 8:05 WIB menurut data televisi CNBC turun US$1,07 menajdi US$106,95 per barel. Padahal kemarin harga sempat melonjak hingga US$108,02 per barel.

Investor optimistis dari keputusan Kongres yang sudah memberi sinyal untuk  menyutujui proposal pemerintah Amerika Serikat untuk menalangi (bailout) perusahaan finansial yang mengalami krisis senilai US$700 miliar untuk mencgah resesi ekonomi negara itu. Seperti pernyataan Presiden AS George W. Bush bahwa Kongres harus secepatnya menyetujui proposal mereka jika tidak ingin negara terperosok jurang resesi. Dengan demikian permintaan minyak mentah pun berpotensi naik.

Para trader minyak mentah menyatakan rencana pemerintah ini akan menolong perekonomian dan mendorong meningkatnya konsumesi bahan bakar oleh konsumen Amerika. Namun sebagian menyatakan warga negara pembayar pajak tidak senang rencana ini karena akan menekan kurs dolar AS sehingga akan mendongkrak harga komoditas khususnya minyak mentah.

Namun euforia dari bailout ini hanya satu hari dinikmati minyak mentah. Pagi ini harga bahan bakar ini turun 1% atau US$1,07 menjadi US$106,95 per barel untuk kontrak pengiriman November di New York Mercantile Exchange dan US$106,98 di Singapura.

Pimpinan komisi perbankan pada Senat AS Christopher Dodd mengatakan persetujuan bailout pada prinsipnya karena tidak semuanya mengerti kondisi yang terjadi, seperti dikutip Bloomberg.

Harga minyak brent untuk kontrak November juga turun 0,8% menjadi US$03,77 per barel di ICE Futures Europe Exchange London.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Bursa berjangka cocok bagi pemodal besar
  • Minyak naik tipis, namun masih di US$47
  • Bappebti gencar sosialisasi sistem resi gudang
  • Harga minyak sempat di bawah US$48

Komentar

Beri Komentar