Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Sabtu, 27/09/2008 14:33 WIB
Harga daging sapi capai Rp70.000 per kg
oleh : Lahyanto Nadie
JAKARTA (bisnis.com): H-4 menjelang pelaksanaan hari raya Idul Fitri harga daging di pasaran mulai menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan pada saat awal pelaksanaan puasa Ramadhan.
Namun, meskipun harga daging melonjak cukup tajam, sejumlah pedagang mengaku animo masyarakat membeli daging pada tahun ini mengalami penurunan.
Berdasarkan pemantauan beritajakarta.com, situs resmi pemerintah provinsi DKI Jakarta, di sejumlah pasar di wilayah Jakarta Selatan, kenaikan harga daging bervariasi antara Rp5.000 dan Rp 10.000 per kg. Harga daging sapi misalnya, yang pada awal puasa biasa dijual seharga Rp58.000 hingga Rp60.000, kini mulai melonjak antara Rp65.000 dan Rp70.000.
Sedangkan untuk harga daging ayam yang pada awal puasa berkisar Rp20.000-Rp25.000 per kg, kini naik menjadi Rp25.000-Rp30.000 per kilogram. Sedangkan untuk jenis harga daging kerbau, meski terlihat stabil kenaikannya hanya Rp1.000-Rp2000 per kg, dari harga lama yang berkisar Rp53.000 per kg.
Mahalnya komoditas daging sapi itu, tak ayal membuat sejumlah ibu rumah tangga mengeluh. Pasalnya, akibat mahalnya harga daging, sejumlah ibu terpaksa mengeluarkan biaya belanja ekstra untuk persiapan Lebaran tahun ini.
“Sekarang bawa duit Rp100.000 enggak ada artinya. Bayangkan saja, harga daging bisa sampai Rp70.000, mahal banget. Padahal harus beli kebutuhan yang lain, kalau begini caranya terpaksa harus keluarkan biaya tambahan,” keluh Susi warga yang berbelanja di Pasar Kebayoran Lama.
Asep, pedagang daging asal Banten, mengaku akibat mahalnya harga daging dirinya menjadi lebih sering mendapat protes dari sejumlah ibu rumah tangga. Dia terpaksa menaikkan harga daging karena ongkos angkut dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang terus melambung tinggi. Di samping itu, tidak menentunya cuaca membuat dirinya juga mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli batu es sebagai upaya untuk mengawetkan daging.
“Mahal sedikit tidak masalah, yang penting daging yang saya jual segar dan bebas dari formalin. Karena saya hanya mengawetkannya dengan batu es saja. Tapi, namanya juga pake batu es daya tahannya juga tidak lama, jadi saya akan menanggung rugi jika daging tidak laku karena minat masyarakat yang semakin rendah,” katanya. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga komoditas terseret merosotnya minyak
- Nikel tertekan indikasi kelebihan pasok
- Tembaga sentuh level terendah sejak Mei 2005
- Minyak terus turun menuju era Irak serang Kuwait
- Permintaan emas di China stagnan