Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Senin, 29/09/2008 10:16 WIB

Minyak tergerus pasca bailout

oleh : Berliana Elisabeth S.

SYDNEY (Bloomberg): Harga minyak mentah di New York pagi ini turun sebelum voting pengambilan keputusan mengenai rencana dana talangan (bailout) pemerintah Amerika Serikat sebesar US$700 miliar untuk mencegah perekonomian terperosok resesi ekonomi sehingga memangkas permintaan minyak mentah.

Lawmakers Amerika Serikat meninjau ulang kesepakatan yang bersifat tentatif untuk mengatasi masalah kredit subprime dengan paket bailout, yang akan divoting besok waktu setempat, kata  House Speaker Nancy Pelosi.

Harga minyak mentah anjlok 3,5% pada 26 September setelah Fraksi Republik membatalkan proposal penyelamatan ekonomi AS itu.

"Meskipun masalah penyelamatan aset keuangan sudah trlampaui, hal itu tidak secepatnya dapat memulihkan ekonomi. Pelaku pasar khawatir terhadap prospek perekonimian internasional," kata David Moore, commodity strategist Commonwealth Bank of Australia di Sydney.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman November turun 0,9% menjadi US$105,90 per barel di  New York Mercantile Exchange (Nymex), dan di Singapura harga mencapai US$106,15 per barel pada pukul 9:12 a.m.

Harga sudah anjlok 28% dari rekor tertingginya US$147,27 per barel pada 11 Juli. Namin pada
pekan lalu harga kontrak minyak sudah melonjak 4%.

Presiden AS George W. Bush mengatakan melalui pidatonya pada 27 September bahwa pemerintah butuh mengatasi krisis ekonomi jangan sampai perekonomian negara mencapai resesi. Pembahasan rencana bailout pemerintah dengan Kongres berlangsung hingga akhir pekan sebelum pasar finansial global dibuka pekan ini.

Rencananya Menteri Keuangan AS, Treasury Secretary Henry Paulson alam waktu dekat akan membeli senilai US$250 miliar kredit bermasalah di perusahaan finansial.

Konsumsi bahan bakar AS rata-rata sebesar 19,5 juta barel perhari dalam empat pekan terakhir, level terendah sejak Oktober 2003, data Departemen Energgi pada 24 September. Penjualan rumah baru di AS periode Agutsu 2008 terpental hingga rekor terendah dalam 17 tahun dan order barang anjlok lebih dari perkiraan.

"Inilah situasi perekonomian AS dalam bulan terakhir," kata Moore.

Harga minyak juga turun setelah perusahaan minyak meneruskan pengoperasioan plan produksi petroleum, refineri, dan pemimpaan setelah Topan Gustav dan Ike. Royal Dutch Shell Plc, produsen minyak terbesar di Gulf of Mexico, mengatakan akan memompa kembali minyak lepas pantai yang sempat terhenti sejak dua pekan lalu.

Harga minyak akan turun pekan ini dipicu konsumsi anjlok di AS karena pertumbuhan ekonomi melambat, hasil survey Bloomberg.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Eskpor kapas India turun
  • Permintaan terus berkurang, minyak turun ke US$58
  • Ekspor kapas dari Inda diprediksi turun
  • Harga emas tertekan depresiasi rupiah

Komentar

Beri Komentar