Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Selasa, 30/09/2008 09:36 WIB
Minyak terburuk 5 tahun menjadi US$95
oleh : Berliana Elisabeth S.
SINGAPURA (Bloomberg): Harga minyak mentah mencatat penurunan tiga hari terbesar dalam
lima tahun setelah House of Representatives Amerika Serikat membatalkan proposal bailout
(dana talangan) pemerintah terhadap sistem keuangan senilai US$700 miliar. Hal ini menambah kekhawatiran bahwa permintaan minyak akan turun.
Harga minyak mentah kemarin bahkan anjlok US$10 per barel, sehingga menekan indeks Reuters/ Jefferies CRB, indeks harga 19 komoditas anjlok terebsar sejak 1956, ketika 205 dari 228 Kongres AS menolak bailout. Harga minyak mentah, gandum dan tembaga juga langsung anjlok setelah bank di Eropa meradang.
"Saat ini pusat perhatian pada kondisi permintaan di pasar global, khususnya di AS," kata
Mark Pervan, senior commodity strategist Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Melbourne.
Untuk kontrak pengiriman November, harga minyak mentah turun 1% menjadi US$95,40 per barel dan US$95,90 per barel pada pukul 10:01 a.m waktu Singapura di bursa New York Mercantile Exchange. Harga sudah anjlok 35% dari rekor tertinggi US$147,27 pada 11 Juli.
Bahkan daam tiga hari, harga minyak mentah sudah anjlok 11,2%, penurunan terbesat sejak 3
Desember 2004.
Kemarin, harga minyak mentah terhempas US410,52 atau 9,8% menjadi US$96,37 per barel,
persentase penurunan terbesar sejak 15 November 2001 ketika dolar AS terdepresiasi terendah sejak 17 januari 1991 ketika tentara Irak menyerang Kuwait.
Indeks CRB terjun 21,35 poin menjadi 343,22, dan sudah terkoreksi 28% dari rekor tertinggi
pada 3 Juli.
Indeks saham di bursa Wall Street AS anjlok dipimpin indeks Standard & Poor's 500 terhempas
hingga terburuk sejak crash 1987 setelah Kongres membatalkan paket bailout pemerintah.
Dow Jones Industrial Average (DJIA) terjungkal 778 poin, penurunan terbesar dengan anjloknya
nilai kapitalisasi pasar sebesar US$1,2 triliun.
Minyak brent untuk kontrak November juga anjlok 0,7% menjadi US$93,30 per barel di ICE Futures Exchange London dan US$93,45 pada pukul 10 a.m waktu Singapura. kemarin harga terjungkal US$9,56 per barel atau 9,2% menjadi US93,98 per barel.
bisnis.com
Berita Lain
- Permintaan minyak jeblok, harga terendah 22 bulan
- India naikkan impor CPO dari Indonesia
- Minyak terendah sejak Januari 2007
- Minyak bangkit dari terendah 21 bulan
- Minyak turun lagi, pekan ini diduga di bawah US$50