Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Jumat, 03/10/2008 09:57 WIB

Light sweet di Nymex jadi US$94,80 per barel

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA: Permintaan minyak mentah dunia dikhawatirkan akan terpukul, menyusul ketakutan meluasnya resesi ekonomi Amerika Serikat sehingga harga si emas hitam menjadi tertekan.

Jatuhnya harga minyak mentah dunia terjadi setelah pasar diguncang ketidakpastian program penyelamatan sistem keuangan atau bailout senilai US$700 miliar. Saat ini senat AS telah menyetujui kebijakan pemerintahan Presiden George W Bush. Namun, program ini masih harus mendapat persetujuan dari DPR AS.

Minyak jenis light sweet untuk pengiriman November pada perdagangan New York Merchantile Exchange (Nymex), terperosok US$3,37 per barel menjadi US$94,80 barel.

Sementara itu, di London, harga minyak jenis brent untuk pengiriman November anjlok US$3,60 dan bertengger di posisi US$91,73 per barel.

Harga minyak turun lebih dari US$15 per barel atau 13%, setelah menduduki level termahal selama satu dekade belakangan ini di posisi US$147 per barel.

"Saya pikir pelaku pasar di Nymex merasa tidak ada kebijakan yang mampu untuk membendung persoalan ekonomi Amerika yang nyaris masuk kejurang resesi," ujar Director of Market Research Tradition Energy, Conn, seperti dikutip dari Associated Press Jumat pekan lalu.

Menurut dia, anjloknya harga minyak juga dipicu oleh rapor ekonomi pemerintahan George W. Bush yang cukup parah.

Departemen Tenaga Kerja Amerika merilis data pengangguran membengkak sekira 1.000 orang menjadi 497.000. Angka itu di atas perkiraan pelaku pasar yang menaksir hanya sekira 475.000 orang. Data ini juga menunjukan jumlah terbesar setelah Oktober 2006.

Departemen Perdagangan Amerika juga menunjukan, sektor indsutri terimbas pelemahan ekonomi. Asumsi tersebut ditunjukan permintaan barang barang yang diterima pabrik-pabrik pada Agustus turun 4%. Kenyataan tersebut lebih parah dibanding kemerosotan pada Juli yang hanya 2,5%. Secara keseluruhan, jumlah ini juga tercatat menyerupai kondisi pada Oktober 2006. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Minyak naik tipis, namun masih di US$47
  • Bappebti gencar sosialisasi sistem resi gudang
  • Harga minyak sempat di bawah US$48
  • Minyak terendah 3,6 tahun di bawah US$50

Komentar

Beri Komentar