Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Jumat, 03/10/2008 13:28 WIB
CPO anjlok, terendah 19 bulan
oleh : Berliana Elisabeth S.
SINGAPURA (Bloomberg): Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) anjlok ke level terendah 19 bulan dibayangi
penurunan harga komoditas lainnya dipicu kekhawatiran proposal penyelamatan krisis finansial Amerika Serikat
tidak akan memperbaiki perlambatan ekonomi dunia.
Kontrak crude palm oil (CPO) untuk pengiriman Desember terhempas 6,5% menjadi 1954 ringgit (US$562) per ton di bursa Malaysia Derivatives Exchange, terendah sejak 15 Maret 2007. Selama sepekan ini harga sudah anjlok hingga di bawah 2.000 ringgit sampai dua kali.
Indeks Reuters/Jefferies CRB, indeks harga 19 komoditas juga anjlok 9,9% pekan ini, penurunan terbesar sejak 1956 dipicu memburuknya prospek perekonomian global sehingga mendorong harga minyak mentah, jagung, kedelai, nikel dan emas anjlok dari level tertingginya tahun ini.
“Melihat data ekspor CPO Malaysia dan revisi kebijakan penggunaan biofuel Uni Eropa serta penurunan harga minyak mentah menjadi pendorong penurunan harga CPO,” kata Sunainan Dhanuka, analis Macquarie di Kuala Lumpur hari ini.
Pada 11 September, Industry & Energy Committee Uni Eropa menurunkan target dari 5,75% penggunaan bahan bakar nabati untuk transportasi pada 2010 menjadi 5% pada 2015. Perubahan ini akan menurunkan permintaan CPO untuk biofuels sebesar 2 juta ton per tahun setidaknya dalam dua tahun kedepan, kata Dhanuka. Kebijakan target penggunaan minyak nabati ini akan ditentukan melalui voting para lawmakers pada 8 Oktober 2008.
Minyak sayur yang terbuat dari kedelai, jagung, dan CPO, biasanya dipakai untuk minyak goreng. Seiring dengan
kenaikan harga minyak mentah, minyak sayur akhirnya digunakan untuk bahan bakar alternative (biofuel).
Harga minyak mentah sendiri di bursa New York Mercantile Exchange turun 13% pekan ini menjadi US$93,29
per barel.
Ekspor CPO Malaysia turun 18% pada September menjadi 1,2 juta ton dibandingkan ekspor pada bulan sebelumnya, data independent surveyor Intertek hari ini. Malaysia produsen CPO terbesar kedua dunia setelah Indonesia. Keduanya memasok 90% CPO ke pasar global.
bisnis.com
Berita Lain
- Harga komoditas terseret merosotnya minyak
- Nikel tertekan indikasi kelebihan pasok
- Tembaga sentuh level terendah sejak Mei 2005
- Minyak terus turun menuju era Irak serang Kuwait
- Permintaan emas di China stagnan