Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Sabtu, 04/10/2008 11:07 WIB

UBS akan setop perdagangan OTC

oleh : Taufik Wisastra

SINGAPURA (Bloomberg):  UBS AG, bank Eropa yang paling terpukul akibat krisis kredit, akan menghentikan perdagangan over-the-counter (OTC) gas alam, minyak mentah, produk pertanian dan logam seiring dengan pengurangan tenaga kerja untuk menekan ongkos.

Bank yang berbasis di Zurich ini akan mempertahankan perdagangan logam mulia, yang dimulai seabad lalu, unit indeks komoditasnya serta bisnis derivatif, kata Juru Bicara Dominik von Arx melalui telepon dari London. Dia menolak untuk mengatakan berapa banyak tenaga kerja yang akan dikurangi.

"Kita menghadapi krisis likuiditas, bisnis harus bertahan dan orang perlu mendapatkan dana kas serta menekan biaya. Komoditas tetap merupakan bisnis yang menarik ke depannya," ujar Mark Mathias,chief executive officer (CEO)  Quantum Asset Management Ltd di London.

UBS mencatat writedowns sebesar US$44,2 miliar sejak krisis kredit dimulai tahun lalu, lebih besar dari bank Eropa lainnya. Bank itu membukukan sedikit laba dalam periode tiga bulan yang berakhir September, keuntungan pertama triwulanan lebih dari satu tahun.

Unit komoditas dimulai pada 2005 yang dipimpin ole Todd Maorakisdi London. Indeks Reuters/Jefferies CRB untuk 19 bahan baku merosot 8,4% tahun ini, setelah anjlok 25% pada kuartal III.

UBS akan memangkas 2.000 karyawan di unit sekuritasnya, sekitar 10% dari jumlah total karyawan, ungkap pernyataan bank itu. UBS telah mengumumkan pengurangan 6.000 tenaga kerja tahun lalu. Pada akhir tahun, bank investasi ini akan memiliki sekitar 17.000 karyawan. (tw)


bisnis.com

 

Berita Lain

  • Bursa berjangka cocok bagi pemodal besar
  • Minyak naik tipis, namun masih di US$47
  • Bappebti gencar sosialisasi sistem resi gudang
  • Harga minyak sempat di bawah US$48

Komentar

Beri Komentar