Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Rabu, 12/11/2008 08:37 WIB

Permintaan terus berkurang, minyak turun ke US$58

oleh : Berliana Elisabeth S.

NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini turun lagi hingga tembus US$59 per barel di New York untuk kedua harinya dipicu spekulasi International Energy Agency (IEA) akan memangkas proyeksi konsumsi minyak 2009 karena melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

IEA, yang mengkoordinasi kebijakan energi pada 28 negara maju, akan menurunkan estimasi pertumbuhan permintaan minyak global untuk ketiga bulannya pada laporannya hari ini, menurut empat analis pendiri IEA.

Harga energi juga terkoreksi karena penurunan harga saham dan penguatan dolar AS.

"Semuanya kembali pada masalah perekonomian dan sejauhmana resesi ini akan berlanjut. Permintaan minyak sangat sedikit dan semakin memburuk karena resesi," kata Rick Mueller, direktur pasar minyak pada Energy Security Analysis Inc di Wakefield, Massachusetts.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Desember turun US$0,13 atau 0,22% menjadi US$59,20 per barel pada pukul 8:30 WIB menurut data televisi CNBC, dan turun 0,6% menjadi US$58,95 per barel pada pukul 10:18 a.m waktu Sydney di bursa New York Mercantile Exchange.

Harga kontrak minyak ini kemarin terkoreksi hingga tembus US$58,32 per barel. Harga sudah terhempas 60% sejak rekor tertingginya US$147,27 pada 11 Juli 2008. Kemarin, harga turun 4,9% menjadi US$59,33 per barel, level terendah sejak 20 Maret 2007.

Harga bensin untuk kontrak Desember juga turun 4,5% menjadi US$1,3059 per galon kemarin di New York, terendah sejak kontrak mulai ditransaksikan pada Oktober 2005.

IEA sebelumnya sudah menurunkan proyeksi permintaan minyak 2008 sebesar 1,3 juta barel per hari, revisi ke tujuh dalam tahun ini. Pekan lalu, agency ini mengumumkan kesimpulan akan prospek energi global setahunan, yang terus turun hingga 2030 sebesar 9,4% menjadi 106 juta barel.

Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) juga menurunkan kuota produksi negara anggotanya sebesar 1,5 juta barel per hari pada pertemuan 24 Oktober seiring berkurangnya permintaan.

Pasar saham global terkoreksi seiring Credit Suisse Group AG menyatakan negara ekonomi maju semakin disulitkan akibat resesi yang dinilai terburuk sejak 1945. Indeks saham Standard & Poor's 500 di bursa Wall Street AS turun 18,7 poin atau 2% menjadi 900,21. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,7% menjadi 8.723,51.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Harga baja merosot hampir 50%
  • Minyak melanjutkan penurunan dua harinya
  • Harga karet naik dalam 2 hari
  • Harga emas di Cikini stabil di kisaran tinggi
  • Kontrak emas di BBJ turun tajam
  • Minyak turun dari level tertinggi 5 pekan
  • Harga CPO di bursa KL naik dipicu ekspor
  • Konflik di Gaza angkat minyak ke US$47,90
  • Harga komoditas turun terbesar dalam 5 dekade

Komentar

Beri Komentar