Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Senin, 17/11/2008 08:59 WIB
Minyak turun lagi, pekan ini diduga di bawah US$50
oleh : Berliana Elisabeth S.
WELLINGTON (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini kembali turun untuk keduas harinya di New York dipicu perekonomian Jepang yang mulai terimbas resesi untuk pertama kali sejak 2001, sehingga mempercepat sinyal berkurangnya permintaan energi global.
Gross domestic product (GDP) Jepang turun sebesar 0,1% periode tiga bulan yang berakhir 30 September setelah turun 3,7% pada periode yang sama tahun lalu, data Cabinet Office Jepang hari ini di Tokyo.
"Saat ini belum ada hal yang dapat secara kuat mengangkat harga minyak. Permintaan menurun termasuk prospek konsumsi minyak mentah di pasar global. Dengan demikian harga akan tertekan hingga di bawah US$50 pada pekan ini," kata Toby Hassall, research analyst Commodity Warrants Pty di Sydney.
Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Desember turun US$1,44 atau 2,5% menjadi US$55,60 per barel di perdagangan elektronik bursa New York Mercantile Exchange, dan di Singapura pada level US$55,73 pada pukul 8:20 a.m.
Kontrak sudah terkoreksi 2,1% hingga menjadi US$57,04 pada 14 November, setelah sempat menyentuh US$54,67 pada hari yang sama, terendah sejak 30 Januari 2007. Harga sepekan lalu turun 6,6% ketika pasar saham global terkoreksi, Jerman memasuki masa resesi terburuk dalam 12 tahun dan data ritel AS jeblok untuk periode empat pekan.
International Energy Agency pekan lalu menurunkan proyeksi permintaan minyak global untuk 2009 sebesar 670.000 barel per hari. Permintaan hanya akan naik 0,4% menjadi 86,5 juta barel per hari, negara emerging market akan berkontraksi 1,6% dalam hal penggunaan bahan bakar minyak.
Harga minyak brent untuk kontrak Januari turun 1,4% menjadi US$53,48 per barel di ICE Futures Exchange London.
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak akan capai US$130 per barel
- Penurunan pasokan dorong harga kakao
- Persediaan melonjak, harga minyak jeblok 12%
- Bappebti belum bisa gunakan resi gudang elektronik
- BBJ cabut 13 anggota bursa