Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Selasa, 18/11/2008 14:02 WIB

Minyak bangkit dari terendah 21 bulan

oleh : Berliana Elisabeth S.

SINGAPURA (Bloomberg): Harga minyak mentah naik dari level terendah 21 bulan setelah produksi sektor industri di Amerika Serikat naik, sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa permintaan bahan bakar akan mulai bertumbuh di negara konsumen terbesar dunia itu.

Produksi dari pabrikan di AS, tambang dan utilitas naik 1,3% pada Oktober, lebih dari proyeksi, ketika refineri dan minyak dari rigs kembali dibuka setelah perbaikan pasca terpaan Topan Gustav dan Ike, ujar Federal reserve kemarin. Sektor industri menggunakan kapasitas terpasang 76,4% atau naik dari 75,5% pada September.

"Kami belum puas melihat kondisi di AS ini karena kami perkirakan kenaikan sektor produksi ini belum mampu megangkat kembali harga minyak mentah. Produksi industri memang membaik, namun masih rendah," kata Mark Pervan, senior commodity strategist Australia and New Zealand Banking Group Ltd di Melbourne.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Desember naik 0,62% menjadi US$55,29 per barel siang ini di bursa New York Mercantile Exchange. Harga sudah terhempas 63% sejak menyentuh rekor tertinggi US4147,27 pada 11 Juli. Kemarin harga minyak ditutup pada level terendah sejak 29 Januari 2007 setelah pertumbuhan ekonomi Jepang, konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, berkontraksi 0,4% periode kuartal ketiga 2008. China National Petroleum Corp mengatakan permintaan turun sejak September karena gejolak pasar kredit.

Persediaan minyak mentah AS kemungkinan naik untuk delapan pekan karena impor rebound, menurut survey para analis Bloomberg News. Persediaan minyak mentah naik 1 juta barel pada sepekan yang berakhir 14 November dari 311,9 juta dari pada minggu sebelumnya, menurut rata-rata analis sebelum Departemen Energi AS melaporkanya minggu ini.

Kapasitas operasional refineri kemungkinan sebesar 84,6%, tidak berubah dari minggu sebelumnya, menurut hasil survey. Persediaan bensin kemungkinan naik 1 juta berel dari 198,1 juta barel minggu sebelumnya. Departemen Energi dijadwalkan mengeluarkan data ini besok pukul 10:35 a.m waktu Washington.

Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) menurunkan proyeksi konsumsi minyak tahun depan sebesar 530.000 barel per hari atau 0,6% menjadi 86,68 juta barel per hari, menurut data laporan bulanan.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BBJ cabut 13 anggota bursa
  • Harga baja merosot hampir 50%
  • Minyak melanjutkan penurunan dua harinya
  • Harga karet naik dalam 2 hari
  • Harga emas di Cikini stabil di kisaran tinggi
  • Kontrak emas di BBJ turun tajam
  • Minyak turun dari level tertinggi 5 pekan
  • Harga CPO di bursa KL naik dipicu ekspor
  • Konflik di Gaza angkat minyak ke US$47,90

Komentar

Beri Komentar